PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Rencana pembukaan Duta Mall Palangka Raya pada Oktober 2025 terus menjadi sorotan publik. Kehadiran pusat perbelanjaan modern ini diyakini akan memberikan dampak besar terhadap perekonomian kota, baik dari sisi investasi maupun lapangan kerja yang tercipta.

Anggota DPRD Palangka Raya, Hap Baperdu, menegaskan bahwa kehadiran Duta Mall harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam hal penyerapan tenaga kerja lokal. Menurutnya, jangan sampai kehadiran mall hanya menjadi ruang bisnis semata tanpa memberikan kesempatan bagi warga Palangka Raya untuk terlibat langsung.

“Perekrutan tenaga kerja harus memprioritaskan masyarakat lokal. Ini penting agar manfaat pembangunan bisa langsung dirasakan oleh warga kita, bukan hanya segelintir pihak saja,” kata Hap, Minggu, 24 Agustus 2025

Ia menambahkan, dengan skala besar Duta Mall yang akan menampung berbagai tenant nasional maupun internasional, kebutuhan tenaga kerja tentu akan sangat banyak, mulai dari karyawan retail, keamanan, kebersihan, hingga manajemen. Hal ini menjadi peluang besar yang tidak boleh disia-siakan.

Menurutnya, pemerintah daerah bersama pengelola mall harus duduk bersama membuat kebijakan yang berpihak pada tenaga kerja lokal. Hal ini sejalan dengan upaya DPRD dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat melalui keterlibatan aktif di sektor ekonomi formal.

Selain menyerap tenaga kerja, Hap Baperdu juga mendorong agar pengusaha lokal dilibatkan dalam ekosistem bisnis di mall tersebut. Dengan begitu, manfaat ekonomi tidak hanya terbatas pada gaji karyawan, tetapi juga dalam bentuk perputaran produk dan jasa dari UMKM setempat.

Dirinya mengingatkan bahwa kehadiran pusat perbelanjaan modern tidak boleh menyingkirkan pasar tradisional, melainkan menjadi pelengkap. 

“Kita ingin keseimbangan. Mall hadir membawa investasi, tapi masyarakat lokal juga harus jadi bagian dari pertumbuhan ekonomi ini,” ujarnya.

Dengan komitmen melibatkan tenaga kerja lokal, Hap optimistis Duta Mall Palangka Raya dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru yang tidak hanya meningkatkan daya saing kota, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. (MARINI/J)