BORNEONEWS, Palangka Raya - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Tengah merilis hasil survei konsumen periode Juli 2025. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi masih berada pada level optimis. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang tercatat sebesar 125,8, meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan Juni 2025 yang mencapai 130,3.
Meski mengalami penurunan tipis, angka tersebut tetap menunjukkan bahwa optimisme masyarakat terhadap perekonomian terjaga dengan baik. Indeks di atas 100 menandakan konsumen masih yakin akan kondisi ekonomi saat ini maupun ke depan.
Optimisme konsumen didorong oleh Indeks Keyakinan Ekonomi Saat Ini (IKE). Indeks ini mencerminkan persepsi positif masyarakat terhadap pendapatan rumah tangga, ketersediaan lapangan kerja, serta kemampuan untuk membeli barang-barang tahan lama. “Hal ini menandakan daya beli masyarakat tetap kuat,” ujar Kepala BI Perwakilan Kalteng, Yuliansah Andrias, Minggu, 24 Agustus 2025.
Selain itu, faktor lain yang menjaga optimisme adalah Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK), yang menggambarkan harapan masyarakat terhadap peningkatan penghasilan, prospek usaha, dan peluang kerja di masa mendatang. Masyarakat masih menaruh harapan besar bahwa perekonomian Kalimantan Tengah akan terus membaik.
Meski begitu, mengingatkan adanya tantangan yang perlu diwaspadai, seperti potensi fluktuasi harga bahan pokok dan dinamika ekonomi global yang bisa memengaruhi daya beli masyarakat. BI, kata dia, akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
BI juga mendorong agar momentum kepercayaan konsumen ini dimanfaatkan dengan memperkuat sektor produktif, khususnya UMKM, pertanian, dan perdagangan lokal. Dengan begitu, optimisme masyarakat bisa berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi riil di daerah.
BI Kalteng akan terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap persepsi konsumen, agar kebijakan moneter dan koordinasi dengan pemerintah daerah tetap tepat sasaran.
“Kepercayaan konsumen merupakan indikator penting dalam mengukur kesehatan ekonomi, karena mencerminkan daya beli dan semangat masyarakat dalam beraktivitas ekonomi,” kata Yuliansah Andrias.
Dengan hasil survei Juli 2025 ini, BI optimistis bahwa perekonomian Kalimantan Tengah masih memiliki prospek positif ke depan, asalkan pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dapat bersinergi menjaga iklim usaha yang sehat dan kondusif. (MARINI/J)









