PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Seminar internasional Pumpung Hai Borneo diharapkan bisa dilaksanakan di Tumbang Anoi, Kabupaten Gunung Mas, pada 2026 sebagai napak tilas sejarah Perjanjian Damai Tumbang Anoi 1894.

Harapan itu disampaikan Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Leonard S. Ampung saat menghadiri Huma Betang Night (HBN) Volume 11.

“Kalau infrastrukturnya sudah siap, kita bisa selenggarakan di sana sebagai bentuk napak tilas sejarah,” ucapnya di Palangka Raya, akhir pekan ini.

Ia menjelaskan bahwa seminar ini bukan hanya pertemuan budaya, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas masyarakat Dayak lintas wilayah.

Menurut Leonard, Tumbang Anoi memiliki nilai historis yang besar sebagai titik awal perjanjian damai yang menyatukan Dayak pada masa lalu.

Penyelenggaraan di lokasi tersebut diharapkan memperkuat makna kebersamaan dan menjadi warisan bagi generasi mendatang.

“Bersatu-padu orang Dayak berkumpul di Palangka Raya. Kesepakatan kita bersama adalah penguatan sumber daya manusia agar Dayak bisa menjadi tuan rumah di rumahnya sendiri,” tegasnya. (HERMAWAN DP/j)