BORNEONEWS, Palangka Raya – Gelaran Huma Betang Night (HBN) Volume 11 berlangsung meriah dengan menghadirkan pertunjukan seni sekaligus mempertemukan masyarakat Dayak dari berbagai wilayah Kalimantan, Sabah, dan Sarawak.
Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Leonard S. Ampung menyebut acara ini menjadi wujud nyata persatuan lintas batas.
“Bersatu-padu orang Dayak berkumpul di Palangka Raya. Kesepakatan kita bersama adalah penguatan sumber daya manusia agar Dayak bisa menjadi tuan rumah di rumahnya sendiri,” tegasnya di Palangka Raya, akhir pekan ini.
Leonard menilai kegiatan ini semakin mempererat jalinan budaya sekaligus memperkuat identitas Dayak di tingkat regional maupun internasional.
Acara HBN menampilkan berbagai pertunjukan, mulai dari Sanggar Seni Bawi Bahalap, Dayak Pride, Karungut Joni, hingga Tari Kapakat Dayak DAD yang mengisahkan peristiwa bersejarah Tumbang Anoi.
Kemeriahan semakin terasa dengan kehadiran Putri Sabah, Elka Alika Pijeh, finalis ajang Unduk Ngadau Malaysia, yang ikut menyanyi dan menari bersama para tamu undangan.
Selain sebagai ajang hiburan, HBN edisi ke-11 ini juga menjadi bagian dari rangkaian seminar internasional Pumpung Hai Borneo sekaligus memperingati Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia. (HERMAWAN DP/j)
Huma Betang Night Volume 11 Jadi Simbol Kebersamaan Dayak
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Gubernur Kalteng Ajak Tokoh Agama Perkuat Pesan Perdamaian
Komentar (0)
Memuat komentar…







