BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebuah pemandangan yang menghangatkan hati kini menjadi rutinitas baru di Masjid Ar Rahman, kompleks Mahad Asy-Syafi'i, Palangka Raya. Setiap selesai salat Jumat, para jamaah tidak langsung pulang. Mereka berkumpul, bercengkrama, dan menikmati hidangan lezat yang disediakan secara gratis oleh pihak masjid. Suasana penuh keakraban dan kebersamaan ini terjalin berkat sebuah program unik bernama "Meja Amal".
Mudir Mahad Asy-Syafii Palangka Raya, Herwani Suri, menjelaskan bahwa program ini didasari pada keyakinan mendalam akan keutamaan sedekah.
"Sebagai seorang mukmin, kita meyakini sedekah adalah amalan besar yang kelak menjadi naungan di Padang Mahsyar, memperberat timbangan kebaikan, dan mendatangkan banyak keberkahan," ucapnya kepada Borneonews, Minggu, 24 Agustus 2025.
Ia menambahkan bahwa memberi makanan adalah salah satu bentuk sedekah paling utama karena langsung memenuhi kebutuhan pokok sesama.
Nilai kebaikan ini semakin berlipat ganda karena dilakukan pada hari Jumat, hari yang dikenal sebagai sebaik-baiknya hari.
Menurut Herwani, seperti halnya amalan di bulan Ramadan yang pahalanya lebih utama dibanding bulan lain, sedekah di hari Jumat juga memiliki keutamaan lebih besar dibandingkan hari-hari biasa. Inilah yang menjadi landasan utama mengapa program Meja Amal diinisiasi secara khusus setiap hari Jumat.
Program "Meja Amal" sendiri merupakan inisiatif yang lahir dari kolaborasi para DKM, marbot yang merupakan alumni dan mahasiswa Ma'had, serta jamaah pengajian dan masyarakat sekitar. Sejak beberapa tahun lalu, mereka bergotong royong membuka kesempatan bagi kaum muslimin untuk berpartisipasi, baik dengan menyumbangkan makanan siap saji atau menyalurkan infak dalam bentuk uang yang kemudian akan dibelikan makanan oleh panitia.
Tujuan besar dari program ini adalah mengembalikan fungsi masjid, tidak hanya sebagai pusat ibadah dan pengembangan spiritual, tetapi juga sebagai pusat manfaat sosial. Konsep ini meniru tradisi di masa Rasulullah SAW, di mana masjid juga menjadi tempat tinggal bagi para sahabat yang kurang mampu, dan mereka mendapatkan makanan dari jamaah yang berbagi.
Herwani berharap, program ini bisa terus berkembang. "Harapannya, minimal setiap Jumat, jamaah bisa menikmati hidangan setelah salat. Kami juga berharap jamaah yang mampu termotivasi untuk ikut berinfak," katanya.
Ke depan, ia bercita-cita program ini dapat dilakukan setiap hari, khususnya setelah salat Zuhur, agar manfaatnya bisa dirasakan oleh lebih banyak orang.
Keberhasilan program Meja Amal menunjukkan bahwa masjid dapat menjadi pusat kebaikan, baik spiritual maupun sosial. Donasi yang diterima dalam bentuk makanan atau uang infak dikelola secara transparan dan dibagikan dengan penuh keikhlasan. Dari Jumat ke Jumat, dari makanan sederhana, Meja Amal terus menyebarkan keberkahan dan menggerakkan hati banyak orang untuk berbagi. (SABRIANOOR/j)









