SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengimbau kepada seluruh angkutan berat yang akan melintasi jembatan darurat Sei Lenggana agar menyesuaikan beban muatan. Hal ini dilakukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada jembatan darurat tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kotim, Raihansyah, mengatakan bahwa pihaknya bersama Satlantas Polres Kotim telah berulang kali memberikan imbauan kepada perusahaan angkutan terkait hal tersebut.

"Kami bersama Satlantas Polres Kotim sudah beberapa kali mengimbau kepada seluruh perusahaan angkutan dan sebagainya supaya pada saat melewati jembatan itu agar memperkirakan tonase yang dibawa," ujarnya di Sampit, Senin, 25 Agustus 2025.

Jembatan Sei Lenggana yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman kilometer 21 Sampit saat ini sedang dalam proses penggantian infrastruktur oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Tengah. Sebagai alternatif, dibangun jembatan darurat di sampingnya.

Namun, jembatan darurat ini telah mengalami kerusakan beberapa kali akibat kondisi tanah gambut yang labil dan ketidakmampuan menahan beban angkutan berat.

Akibat kerusakan tersebut, arus lalu lintas sempat dialihkan ke jalan alternatif yang melintasi areal perkebunan kelapa sawit. Jalan alternatif ini masuk di km 18 dari arah Sampit dan tembus di km 29 arah Pangkalan Bun. Namun, pembukaan jalan alternatif ini harus seizin pihak perusahaan dan hanya dilakukan saat jalan utama mengalami macet total.

Raihansyah berharap pengguna jalan, khususnya angkutan berat, dapat memperhatikan kondisi jembatan darurat agar tidak terjadi kerusakan hingga jembatan utama selesai dibangun.

"Kami bersama Dinas PU sudah meminta kepada pihak kontraktor untuk memperkuat jembatan sementara itu agar tidak rusak lagi. Tanahnya labil karena gambut, makanya harus diperkuat. Kami juga meminta truk angkutan untuk memperhatikan masalah ini dengan menyesuaikan muatan," jelasnya. (DEVIANA/J)