BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terus menggencarkan gerakan pemilahan sampah rumah tangga. Sampah yang dipilah organik dan anorganik tak hanya membantu mengurangi pencemaran lingkungan, tapi juga bernilai ekonomis karena bisa ditukar dengan uang bahkan emas.
Kepala DLH Kobar, Fitriyana melalui Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Nurliani, menjelaskan bahwa saat ini sudah ada enam Bank Sampah aktif di Kabupaten Kobar.
Lokasinya tersebar di Desa Karanganyar, Desa Sebuai Barat, RT 02 Kelurahan Mendawai, Kali Arut Kelurahan Raja, Bank Sampah Tatas Sembilan di Kelurahan Baru, dan Bank Sampah Perumahan Permai.
“Dari satu kelompok nasabah Bank Sampah yang beranggotakan 15–20 orang di setiap desa dan kelurahan, rata-rata setiap bulan bisa mengurangi 400–500 kilogram sampah anorganik. Ini angka yang cukup signifikan,” ungkap Nurliani, Senin, 25 Agustus 2025.
DLH Kobar merencanakan konsep gerakan Bank Sampah tersebut bertajuk Pisang Mas, yaitu Pilah Sampah Jadi Uang dan Emas. Melalui program ini, sampah yang ditimbang bisa ditukar dengan uang tunai atau disimpan dalam bentuk tabungan emas.
“Program ini sudah berjalan 3–4 bulan. Respons masyarakat positif, banyak yang senang karena selain menjaga lingkungan, mereka juga mendapatkan manfaat nyata,” jelasnya.
Ke depannya, DLH Kabupaten Kobar menargetkan Bank Sampah Pisang Mas hadir di setiap desa dan kelurahan se-Kobar. Langkah ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.
“Kami akan terus mendorong agar gerakan Bank Sampah berkembang luas. Mengurangi sampah bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama,” tandasnya. (NURITA/H)









