BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Caritas Keuskupan Palangka Raya turut berperan aktif dalam kegiatan Workshop Penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi Bencana Banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2025.
Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, Senin hingga Kamis, 25–28 Agustus 2025, bertempat di Swissbellhotel Danum, Palangka Raya. Workshop ini menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana banjir di wilayah DAS Barito.
Direktur PSE-Caritas Keuskupan Palangka Raya, Pastor Danang Widhi Anggoro, mengatakan bahwa Caritas Keuskupan Palangka Raya ikut terlibat dalam kegiatan Workshop Penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi Bencana Banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2025 ini.
“Kita Caritas mengirimkan perwakilan dari Caritas Muara Teweh untuk mengikuti Workshop Penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi Bencana Banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2025 di Swiss bell hotel Palangka Raya,“ kata Pastor Danang pada Senin, 25 Agustus 2025.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalimantan Tengah sebagai tindak lanjut dari asistensi awal bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tujuannya adalah menyusun dokumen rencana kontingensi yang komprehensif dan responsif terhadap risiko banjir, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk unsur masyarakat sipil dan organisasi keagamaan seperti Caritas.
Total peserta yang hadir sebanyak 36 orang, terdiri dari perwakilan instansi pemerintah, organisasi kemanusiaan, akademisi, dan tokoh masyarakat.
Keterlibatan Caritas Keuskupan Palangka Raya dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen organisasi tersebut dalam mendukung upaya kemanusiaan dan pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Tengah.
“Sebagai lembaga yang memiliki jaringan akar rumput yang kuat, Caritas berperan dalam memberikan perspektif komunitas serta memastikan bahwa dokumen rencana kontingensi nantinya dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan,“ tuturnya.
Selama workshop, peserta akan mengikuti serangkaian sesi diskusi, simulasi, dan penyusunan dokumen yang difasilitasi oleh tim teknis dari BPBPK Kalteng dan BNPB. Caritas akan turut memberikan masukan terkait kebutuhan masyarakat terdampak, mekanisme evakuasi berbasis komunitas, serta strategi komunikasi risiko yang dapat menjangkau kelompok rentan.
“Kontribusi ini diharapkan memperkaya substansi dokumen dan memperkuat pendekatan berbasis kemanusiaan dalam penanggulangan bencana,“ kata Pastor Danang lagi.
Dengan workshop ini, diharapkan dokumen rencana kontingensi banjir DAS Barito nantinya dapat segera difinalisasi dan menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan serta pelaksanaan program penanggulangan bencana di Kalimantan Tengah. Caritas Keuskupan Palangka Raya menyatakan kesiapan untuk terus mendampingi proses implementasi dan membangun kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman banjir secara berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/H)









