BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Warga Kabupaten Kapuas diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan setelah kasus peredaran uang palsu kembali marak.
Kali ini, seorang pedagang di Jalan Patih Rumbih, depan Pasar Pilau, menjadi korban terbaru pada Senin pagi, 25 Agustus 2025. Kejadian ini menambah panjang daftar kasus serupa yang sebelumnya juga terjadi di wilayah tersebut.
Menurut pengakuan korban, Fhia, ia menerima uang palsu pecahan besar Rp. 100 ribu dari seorang pembeli. Fhia baru menyadari uang yang ia terima palsu setelah sang pembeli pergi. Saat transaksi, uang tersebut dilipat dua sehingga Fhia tidak sempat memeriksa keasliannya.
“Orang bayar posisi uang berlipat dua jadi kurang menyadari itu uang palsu,” ungkapnya kepada Borneonews.
Setelah diteliti lebih cermat, Fhia menemukan beberapa perbedaan mencolok. Pada uang asli, ada gambar pahlawan nasional, Soekarno dan Mohammad Hatta, yang terlihat saat diterawang.
“Uang palsu tidak ada sama sekali setelah diterawang di bawah cahaya,” jelas Fhia.
Selain itu, tekstur dan ketebalan kertas uang palsu sangat berbeda. Jika uang asli terasa tebal dan cetakannya jelas, uang palsu yang ia terima justru tipis, mirip dengan kertas HVS. Perbedaan lainnya juga terlihat pada nomor seri.
"Nomor seri di uang palsu agak besar angkanya dibandingkan dengan uang asli," kata Fhia. Ukuran uang palsu tersebut juga sedikit lebih kecil.
Fhia juga mengungkapkan bahwa peredaran uang palsu tidak hanya menyasar pecahan Rp100.000, tetapi juga pecahan Rp50.000. “Ada paman beras langganan saya di Pasar Sabtu dapat juga dua lembar uang palsu Rp50.000,” tuturnya. Ini menunjukkan bahwa modus operandi pelaku lebih luas dan menyasar pecahan uang yang lebih umum digunakan dalam transaksi sehari-hari.
Kejadian serupa diketahui pernah terjadi pada 10 Agustus 2025, ketika seorang pedagang di Jalan Cilik Riwut, Kuala Kapuas, juga menjadi korban dengan ciri-ciri uang palsu yang hampir identik. Hal ini mengindikasikan adanya sindikat atau pelaku yang sama yang beroperasi di wilayah Kapuas.
Atas hal ini, masyarakat, khususnya para pedagang, diharapkan untuk selalu berhati-hati. Sangat penting untuk selalu melakukan pemeriksaan 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) setiap kali menerima uang. Pencegahan ini sangat krusial untuk menghindari kerugian finansial. (SABRIANOOR/H)









