BORNEONEWS, Palangka Raya - Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., menegaskan bahwa UPR berkomitmen penuh dalam mencetak generasi jurist muda yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga responsif terhadap perubahan masyarakat dan perkembangan kebutuhan hukum yang semakin kompleks.
Tantangan di bidang hukum tidak lagi sekadar memahami aturan tertulis, tetapi juga bagaimana hukum dapat menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa hukum UPR didorong untuk membekali diri dengan pengetahuan luas sekaligus keterampilan praktis yang aplikatif.
“UPR ingin menghadirkan lulusan yang tidak hanya pintar di ruang kelas, tetapi juga mampu membaca kondisi sosial, memahami dinamika hukum yang berkembang, serta memberikan solusi konkret,” ujar Prof. Salampak, Senin, 25 Agustus 2025.
Ia menambahkan Fakultas Hukum UPR terus mengembangkan kurikulum yang menyesuaikan kebutuhan zaman. Hal ini termasuk peningkatan kerja sama dengan berbagai institusi hukum seperti pengadilan, kejaksaan, kepolisian, hingga lembaga bantuan hukum agar mahasiswa dapat belajar langsung dari praktik di lapangan.
Kegiatan seperti klinik hukum, magang, dan moot court (peradilan semu) menjadi bagian integral dari proses pembelajaran. Dengan demikian, mahasiswa dapat merasakan pengalaman nyata dalam menerapkan ilmu hukum yang telah mereka pelajari.
Salampak juga menekankan pentingnya membentuk karakter mahasiswa hukum agar menjunjung tinggi integritas, keadilan, dan profesionalitas. Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap profesi hukum.
“Generasi jurist muda UPR harus hadir sebagai garda terdepan dalam menegakkan hukum yang adil, berpihak kepada kebenaran, serta peka terhadap persoalan masyarakat,” tuturnya.
Dengan visi tersebut, UPR optimistis dapat mencetak lulusan hukum yang siap bersaing, baik di tingkat regional maupun nasional, serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan penegakan hukum yang berintegritas dan bermanfaat bagi masyarakat luas. (MARINI/R)









