PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Tantawi Jauhari menekankan pentingnya langkah pencegahan terhadap peredaran uang palsu di tengah masyarakat.

Ia menyebut meski kemajuan teknologi perbankan terus berkembang, ancaman uang palsu masih perlu diwaspadai karena berpotensi merugikan warga maupun pelaku usaha.

Menurut Tantawi, salah satu titik rawan peredaran uang palsu adalah pada transaksi di ritel dan layanan keuangan masyarakat.

Minimnya pengetahuan masyarakat tentang ciri-ciri uang asli sering dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan uang palsu.

“Harus ada langkah preventif agar masyarakat tidak menjadi korban. Edukasi tentang ciri-ciri keaslian uang perlu terus dilakukan, terutama di tingkat pedagang kecil dan pengguna jasa keuangan ritel,” ujarnya, Senin, 25 Agustus 2025.

Politisi Partai Gerindra ini menilai, Bank Indonesia bersama pihak perbankan serta aparat terkait harus lebih intensif melakukan sosialisasi. Dengan demikian, masyarakat bisa lebih mudah mengenali uang palsu dan segera melaporkan bila menemukan kasus di lapangan.

Tantawi juga mendorong agar ritel transaksi keuangab diberikan pelatihan khusus mengenai cara mendeteksi uang palsu. Menurutnya, hal ini penting mengingat mereka sering berinteraksi langsung dengan uang tunai dalam jumlah banyak setiap harinya.

“Kalau tidak diantisipasi, peredaran uang palsu bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan. Kita tidak ingin hal ini mengganggu stabilitas ekonomi di tingkat lokal,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam bertransaksi, serta tidak segan-segan melaporkan bila menemukan uang yang mencurigakan. Dengan keterlibatan semua pihak, Tantawi optimistis upaya pemberantasan uang palsu bisa berjalan efektif.

“Pencegahan adalah kunci. DPRD tentu akan mendorong agar pemerintah kota bersama pihak berwenang memperkuat langkah-langkah pengawasan, sehingga masyarakat terlindungi dari kerugian akibat peredaran uang palsu,” pungkasnya. (MARINI/R)