PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Wakil Ketua II DPRD Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung menegaskan pentingnya memperjuangkan aspirasi masyarakat yang disampaikan saat kegiatan reses.

Reses bukan hanya agenda formal, tetapi momentum penting bagi anggota dewan untuk menyerap kebutuhan warga secara langsung.

“Setiap masukan yang disampaikan masyarakat adalah amanah. Oleh karena itu, menjadi kewajiban kami di DPRD untuk memperjuangkan agar dapat direalisasikan melalui program pembangunan daerah,” ucap Nenie, Senin, 25 Agustus 2025.

Ia menambahkan, setiap kali turun ke dapil, masyarakat selalu menyampaikan persoalan yang beragam. Mulai dari infrastruktur jalan, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, hingga program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Semua itu, kata Nenie, harus ditindaklanjuti sesuai kewenangan DPRD.

Nenie mencontohkan, di beberapa wilayah Palangka Raya, masyarakat masih berharap adanya perbaikan jalan lingkungan, penambahan drainase, serta peningkatan fasilitas umum. Hal tersebut menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas warga tidak terhambat dan dapat meningkatkan taraf hidup mereka.

Selain itu, aspirasi terkait peningkatan layanan kesehatan juga menjadi sorotan. Warga meminta agar fasilitas puskesmas dilengkapi dengan tenaga medis dan peralatan memadai, sehingga pelayanan dasar kesehatan dapat dijangkau lebih mudah oleh masyarakat di semua kecamatan.

Dalam bidang pendidikan, masyarakat juga mengusulkan peningkatan fasilitas sekolah, penyediaan beasiswa, hingga pemerataan tenaga pengajar.

Menurut Nenie, pendidikan merupakan pondasi penting untuk mencetak generasi Palangka Raya yang cerdas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

“Semua catatan aspirasi tersebut akan kami kawal dalam rapat bersama pemerintah daerah. DPRD memiliki fungsi penganggaran dan pengawasan, sehingga akan kami perjuangkan agar usulan masyarakat benar-benar masuk dalam prioritas pembangunan,” jelasnya.

Nenie berharap masyarakat tetap aktif menyampaikan masukan melalui reses maupun saluran aspirasi lainnya. “Keterlibatan masyarakat sangat penting, karena pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa partisipasi aktif dari warga,” pungkasnya. (MARINI/R)