BORNEONEWS, Palangka Raya - Caritas Indonesia bersama Caritas Keuskupan Palangka Raya mengambil langkah strategis dalam memperkuat kapasitas pelayanan kemanusiaan dengan mengirimkan utusan untuk mengikuti pelatihan nasional di Rumah Retret Wisma Canossa, Jakarta. Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, dari tanggal 24 hingga 29 Agustus 2025, dan menjadi bagian dari upaya membangun tim yang tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan di tingkat keuskupan.
Dalam pelatihan tersebut, Caritas Keuskupan Palangka Raya mengutus satu orang peserta yang secara khusus dipersiapkan untuk memperkuat struktur dan kompetensi Core Response Team (CRT) di wilayah Kalimantan Tengah. Keikutsertaan ini mencerminkan komitmen keuskupan dalam membangun sistem respons yang profesional, berbasis nilai, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat yang rentan.
Direktur PSE Caritas Keuskupan Palangka Raya, RD Alfonsus Danang Widhi Anggoro, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman peserta terhadap Nilai dan Prinsip Caritas, serta memperkuat pengetahuan tentang Standar Layanan Kemanusiaan. Selain itu, peserta juga dibekali keterampilan teknis yang relevan untuk mendukung kerja-kerja kemanusiaan secara efektif dan terukur.
“Salah satu fokus utama kegiatan adalah penyusunan Standar Kompetensi bagi anggota CRT, yang diharapkan dapat menjadi acuan dalam rekrutmen, pelatihan, dan evaluasi tim di masa mendatang,“ kata Romo Danang kepada Borneonews pada Selasa, 26 Agustus 2025.
Dengan standar yang jelas, Caritas Keuskupan Palangka Raya dapat memastikan bahwa setiap anggota CRT memiliki kapasitas yang memadai untuk menjalankan tugas kemanusiaan secara profesional dan berintegritas.
Selain itu, peserta juga dilibatkan dalam proses penyusunan modul “Paroki Tangguh”, sebuah panduan praktis yang dirancang untuk memperkuat kesiapsiagaan dan ketahanan komunitas paroki dalam menghadapi bencana dan krisis sosial.
“Modul ini akan menjadi alat edukatif dan strategis bagi paroki-paroki di Kalimantan Tengah dalam membangun sistem respons lokal yang inklusif dan berkelanjutan,“ jelas Romo Danang.
Melalui partisipasi aktif dalam pelatihan ini, Caritas Keuskupan Palangka Raya menunjukkan komitmen nyata dalam membangun pelayanan kemanusiaan yang tangguh, terstruktur, dan berbasis nilai.
“Diharapkan, hasil dari kegiatan ini akan memperkuat sinergi antar tim Caritas di seluruh Indonesia, serta mendorong lahirnya inovasi pelayanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat,“ harapnya. (TESTI PRISCILLA/j)









