BORNEONEWS,Kuala Kapuas - Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kewaspadaan Dini dan Respon Wabah serta Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI). Acara yang berlangsung di Hasupa Ballroom Hotel Fovere pada Senin, 25 Agustus 2025 ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petugas surveilans di Puskesmas dan RSUD se-Kabupaten Kapuas.
Sekretaris Dinkes Kapuas, dr. Jum'ati Fajar, secara resmi membuka acara yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan. Dalam sambutan yang dibacakannya, dr. Tonun Irawaty Panjaitan, Kepala Dinkes, menekankan peran vital petugas surveilans dalam mendeteksi dini dan merespons cepat potensi wabah penyakit.
"Pentingnya peran petugas surveilans dalam mendeteksi secara dini potensi wabah penyakit dan melakukan respon cepat guna mencegah penyebaran lebih luas," ucap dr. Jum'ati.
Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kualitas penanganan kejadian luar biasa (KLB) penyakit menular. Bimtek ini juga bertujuan memperkuat sistem surveilans epidemiologi dan pengendalian infeksi di fasilitas kesehatan.
Seluruh petugas surveilans dari Puskesmas dan RSUD di wilayah Kapuas mengikuti kegiatan ini. Mereka dibekali materi teknis dan praktik, mulai dari identifikasi dini kasus, pelaporan, investigasi KLB, hingga implementasi PPI sesuai standar yang berlaku.
Dinkes Kapuas berharap, melalui bimtek ini, koordinasi dan sinergi antar lini dapat meningkat. Harapannya, hal ini dapat mewujudkan sistem kesehatan daerah yang tanggap dan responsif terhadap ancaman kesehatan masyarakat. (SABRIANOOR/j)









