BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun masyarakat yang sehat dan cerdas secara finansial melalui partisipasi aktif dalam kegiatan BNN Fun Run V2 2025. Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi ruang edukatif untuk meningkatkan literasi keuangan dan memperkuat kampanye hidup sehat bebas narkoba.
“Fun Run tidak hanya menjadi ajang olahraga yang menyehatkan, tetapi juga wadah edukatif untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat serta memperkuat kampanye hidup sehat bebas narkoba. Melalui sinergi ini, OJK, BNN, dan FKIJK menunjukkan komitmen bersama dalam membangun masyarakat Kalimantan Tengah yang tidak hanya sehat secara fisik, namun juga cerdas secara finansial,” ujar Primandanu dalam rilisnya pada Selasa, 26 Agustus 2025.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi edukasi keuangan oleh Asisten Direktur Senior Kantor OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Andrianto Suhada. Dalam sesi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang baik sebagai langkah preventif terhadap kejahatan digital yang semakin marak.
“Perlu kita kenali berbagai modus penipuan seperti social engineering, sniffing, card tapping, phishing, dan skimming yang dapat mengancam keamanan finansial masyarakat,“ kata Andrianto.
Menurut Andrianto, rendahnya pemahaman keuangan di masyarakat menjadi celah bagi pelaku kejahatan digital untuk menjalankan aksinya. Oleh karena itu, edukasi keuangan harus terus digencarkan agar masyarakat mampu mengelola keuangan secara bijak dan tidak mudah terjebak dalam praktik keuangan ilegal. Ia juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menerima tawaran investasi atau pinjaman yang tidak jelas legalitasnya.
“OJK Kalteng juga mengajak masyarakat untuk menerapkan prinsip 2L—legal dan logis—dalam setiap keputusan finansial,“ tambahnya.
Legal berarti memastikan perusahaan atau lembaga yang menawarkan produk keuangan memiliki izin resmi, sementara logis berarti menilai apakah keuntungan atau bunga yang ditawarkan masuk akal. Prinsip ini menjadi panduan sederhana namun efektif untuk menghindari jebakan investasi bodong dan pinjaman ilegal.
“Melalui kegiatan ini, OJK berharap dapat membangun kesadaran kolektif akan pentingnya literasi keuangan sebagai bagian dari gaya hidup sehat,“ tutur Andrianto lagi.
Sinergi antara edukasi, olahraga, dan kampanye sosial menjadi strategi yang efektif dalam menjangkau berbagai lapisan masyarakat, khususnya generasi muda yang rentan terhadap pengaruh digital dan gaya hidup konsumtif. (TESTI PRISCILLA/j)









