BORNEONEWS, Sampit – Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Sihol Parningotan Lumban Gaol, menyoroti kondisi guru honorer di SD Negeri 6 Mentaya Seberang, Desa Ganepo, yang mengabdi dengan gaji sangat minim.
Di sekolah tersebut terdapat sembilan tenaga pendidik, namun hanya satu orang yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), yaitu kepala sekolah. Sisanya terdiri dari empat guru tenaga kontrak dan empat guru honorer yang digaji oleh pihak sekolah.
“Informasi yang kami terima, guru honorer di sana hanya menerima upah Rp500.000 per bulan. Menurut saya, untuk kebutuhan hidup saat ini, angka tersebut sangat minim,” kata Gaol, Selasa, 26 Agustus 2025.
Ia menyebutkan, kondisi ini menjadi perhatian serius DPRD Kotim dan akan dibawa dalam rapat bersama Dinas Pendidikan untuk mencari solusi terbaik. Bahkan disebutkan sebagian gaji guru tersebut habis untuk transportasi menyeberang menuju sekolah.
“Kami akan evaluasi mengapa masih ada sekolah negeri yang gurunya sebagian besar honorer dengan upah sangat rendah. Ini bisa kita sebut murni pengabdian, tapi kita juga harus memikirkan kesejahteraan mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan mendalami penyebab terjadinya kondisi ini sebelum mengambil langkah selanjutnya. “Kami akan diskusikan dengan dinas terkait. Kalau memungkinkan sesuai regulasi, mungkin mereka bisa diprioritaskan menjadi tenaga P3K atau ada kebijakan lain yang tidak melanggar aturan,” tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









