PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, mengumumkan hasil deteksi dini Pemetaan Risiko Berbasis Analisa Dini (PERISAI) yang menunjukkan kondisi sangat mengkhawatirkan terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya.

Berdasarkan data PERISAI tanggal 26 Agustus 2025, tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah di Kota Palangka Raya berada pada level "Sangat Tinggi" atau berwarna merah. Hal ini mengindikasikan bahwa lahan sangat rentan terhadap api dan karhutla dapat dengan mudah terjadi.

"Hasil deteksi dini PERISAI menunjukkan bahwa kondisi di Kota Palangka Raya saat ini sangat rawan karhutla," ujarnya Selasa, 26 Agustus 2025.

Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan maupun lahan.

Hendrikus menjelaskan, BPBD Kota Palangka Raya terus berupaya melakukan berbagai langkah pencegahan karhutla, seperti patroli rutin, sosialisasi kepada masyarakat, dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Namun, upaya tersebut akan lebih efektif jika didukung oleh kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat.

Untuk memudahkan pemantauan kondisi PERISAI, masyarakat dapat mengakses informasi terbaru melalui situs resmi BPBD Kota Palangka Raya di bpbd.palangkaraya.go.id/perisai.

Melalui situs ini, masyarakat dapat melihat peta risiko karhutla dan mendapatkan informasi penting lainnya terkait pencegahan dan penanggulangan karhutla.

BPBD Kota Palangka Raya mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan segera melaporkan jika melihat adanya potensi kebakaran.

"Dengan kerjasama dan kesadaran dari seluruh pihak, diharapkan Kota Palangka Raya dapat terhindar dari bencana karhutla," pungkasnya. (PATHUR/j)