BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pangkalan TNI AU Landasarn Udara Iskandar Pangkalan Bun akan jadi save house apabila terjadi peningkatan eskalasi massa pada pemilihan bupati dan wakil bupati Kotawaringin Barat 2017..

"Untuk mengantisipasi apabila terjadi suatu hal terkait dengan stabilitas keamanan yang meningkat maka saat pilkada Kabupaten Kotawaringin Barat maka Lanud Iskandar akan dijadikan save house," kata Komandan Pangkalan TNI AU (Danlanud) Iskandar Pangkalan Bun, Letkol Pnb Ucok Enrico Hutadjulu, usai rapat koordinasi persiapan pemilihan bupati dan wakil bupati Kotawaringin Barat di ruang kerja Plt Bupati Kotawaringin Barat, Kamis (3/11/2016).

Ia menegaskan, persiapan save house dilakukan karena berkaca dengan penyelenggaraan Pilkada 2010. Jadi saat eskalasi keamanan meningkat sudah tidak dibingungkan kemana akan melakukan evakuasi terhadap Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda), bahkan termasuk ketua KPU.

Lebih lanjut ia menjelaskan, penempatan save house di Lanud Iskandar dipandang tepat sebagai transit awal evakuasi sebelum diterbangkan ke tempat lebih aman.

"Untuk mempermudah mobilitas kalau memang evakuasi cepat evakuasi baik itu pagi siang atau malam Forkominda dan ketua KPU akan masuk ke Lanud," tegas Ucok.

Namun ia menegaskan, TNI AU saat ini hanya menyiapkan sarana dan prasarananya dan tinggal menunggu persetujuan dari pejabat penyelenggara daerah.

Ia berharap Pilkada Kobar dapat berlangsung sesuai dengan konsistensi dan komitmen pada saat pelaksanaan kampanye damai.

"Kita harap pilkada dapat dilalui dengan aman tentram dan stabilitas daerah terjaga," pungkad Ucok. (KOKO SULISTYO/m)