PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng).

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.

Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Rahmat Alfandy, menjelaskan bahwa kondisi cuaca secara umum di Kalteng diperkirakan berawan hingga hujan ringan. Namun, terdapat potensi hujan sedang hingga lebat di sebagian besar wilayah Kalteng.

Suhu udara berkisar antara 23°C – 33°C dengan kelembaban udara antara 60 – 100 persen. Angin umumnya bertiup dari Timur – Barat dengan kecepatan 5 – 15 Kilometer per jam.

"Kami mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah," ujar Rahmat Alfandy, Selasa, 26 Agustus 2025.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai potensi hujan lokal intensitas sedang hingga lebat dengan durasi singkat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang ataupun angin puting beliung di wilayah Kalimantan Tengah.

Dampak bencana yang mungkin timbul akibat cuaca ekstrem ini antara lain genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Rahmat Alfandy juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai adanya pertumbuhan awan konvektif (awan Cumulonimbus) yang dapat berpotensi hujan sedang hingga lebat, dan menimbulkan angin kencang, serta menambah tinggi gelombang di wilayah Pesisir dan Perairan Selatan Kalimantan Tengah.

Prospek tinggi gelombang mingguan di wilayah Perairan Selatan Kalimantan Tengah berpotensi sekitar 0.5 – 1.5 meter (Rendah - Sedang).

Tidak hanya itu, Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya juga mengingatkan masyarakat tentang potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah.

"Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan untuk tujuan apapun," pungkasnya. (PATHUR/y)