BORNEONEWS, Sampit - Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas ) Polres Kotawaringin Timur (Kotim), masih melakukan penyelidikan terkait kecelakaan di Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, yang menyebabkan ayah dan anaknya meninggal dunia, pada Minggu, 10 Agustus 2025 kemarin.
Kasat Lantas Polres Kotim AKP Hariyanto mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan, serta telah memeriksa beberapa orang saksi terkait kecelakan tersebut.
"Masih dalam penyelidikan, sudah ada beberapa saksi yang kita periksa. Kendaraan yang terlibat masih kita tahan," kata AKP Hariyanto, Selasa, 26 Agustus 2025.
Diberitakan sebelumnya, kecelakaan itu berawal saat korban bersama ayah dan ibunya tengah mengendarai sepada motor. Kamudian, di depan mereka ada sebuah mobil pikap yang tengah parkir mengangkut besi tenda perkawinan.
Karena jarak yang sudah terlalu dekat akhirnya kecelakaan tidak bisa dihindarkan. Tragisnya korban yang masih berusia 6 tahun tertancap besi tenda perkawinan hingga mengalami luka serius.
Korban sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya, namun malangnya nyawa korban tidak bisa tertolong dan diakhirnya meinggal dunia.
Tidak lama berselang, kabar duka juga datang ayah korban yang di kabarkan meninggal dunia. Sementara, hingga saat ini ibu korban masih dalam perawatan.
Sementara itu, Hariyanto meminta kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam berkendara, serta menaati peraturan lalu lintas supaya menghindari fatalitas berkendara di jalan.
"Saya berharap masyarakat untuk selalu patuh dalam berlalu lintas dan berhati-hati dalam berkendara agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat berkendara," ucapnya. (BUDDI RAHMAT H/H)









