PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan dasar, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya (UPR), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) baru-baru ini.

Bertempat di SDN Bahu Palawa 1, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 40 guru dari Kelompok Kerja Guru (KKG) Hapakat Gugus IV Kecamatan Kahayan Tengah, serta beberapa siswa dari sekolah dasar setempat.

Suasana khidmat mengiringi sambutan dari Ketua KKG Hapakat Gugus IV, yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran para dosen PBSI UPR. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Prof Petrus Poerwadi, mewakili tim dosen PKM, yang memperkenalkan sembilan dosen dan dua mahasiswa PBSI yang terlibat dalam kegiatan ini.

Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Kahayan Tengah turut hadir dan secara resmi membuka kegiatan. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pelatihan seperti ini untuk menjawab tantangan nyata di lapangan, khususnya terkait anak-anak yang belum mampu membaca di jenjang SD maupun SMP. Ia menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, bukan hanya sekali.

Sesi inti pelatihan menghadirkan materi bertajuk “Pelatihan Penguatan Keterampilan Mengajar Membaca Permulaan dengan Model Pembelajaran Membaca Suku Kata bagi Guru SD Kelas Rendah di Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau.” Materi disampaikan oleh Jumadi dan dilanjutkan oleh Prof Petrus Poerwadi.

"Kita tidak hanya memberikan materi, tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga memberikan contoh praktik penggunaan media ajar berupa kertas suku kata," kata Prof Petrus kepada Borneonews pada Selasa, 26 Agustus 2025.

Para guru peserta KKG kemudian melakukan praktik langsung mengajar membaca permulaan menggunakan model pembelajaran membaca suku kata. Beberapa siswa SD turut hadir sebagai peserta praktik, menunjukkan kemampuan membaca dengan lancar menggunakan media yang disiapkan.

"Kegiatan ini menjadi momen interaktif yang memperkuat pemahaman guru terhadap metode yang diajarkan," tambah Prof Petrus.

Dalam sesi tanya jawab, para guru menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi di kelas, seperti kesulitan mengajar anak yang belum bisa membaca dan kelelahan dalam proses pembelajaran. Menanggapi hal tersebut, Prof Petrus memberikan solusi dan pendekatan pedagogis yang menekankan pentingnya kesabaran, sikap positif, dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi anak.

Sebagai penutup kegiatan, dilakukan penyerahan simbolis cinderamata oleh Koordinator Prodi PBSI, Alifiah Nurachmana, kepada para kepala sekolah dari SDN Bahu Palawa 1, SDN Pamarunan 1, SDN Balukon 1, dan SDN Bukit Bamba 1. Penyerahan ini menjadi simbol apresiasi dan harapan akan kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan sekolah dasar dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah.

"Kegiatan PKM ini tidak hanya mempererat hubungan antara dunia akademik dan praktisi pendidikan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menjawab tantangan literasi dasar di wilayah Kahayan Tengah," tutur Alifiah.

Dengan semangat kolaboratif dan dedikasi para dosen PBSI UPR, lanjutnya, pelatihan ini diharapkan menjadi awal dari perubahan positif dalam pembelajaran membaca permulaan di sekolah-sekolah dasar. (TESTI PRISCILLA/H)