PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Palangka Raya menjalin kemitraan strategis dengan Gugus 4 KKG Hapakat Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau. 

Kegiatan ini berlangsung sejak 29 Juli hingga Agustus 2025, melibatkan guru dan siswa dari empat SD negeri, Bahu Palawa 1, Pamarunan 1, Balukon 1, dan Bukit Bamba 1.

"Fokus utama kemitraan adalah peningkatan kompetensi guru kelas awal dalam pembelajaran membaca permulaan," kata Koordinator Prodi PBSI, Alifiah Nurachmana kepada Borneonews pada Selasa, 26 Agustus 2025.

Melalui pelatihan intensif, para guru memperoleh strategi mengajar membaca yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Pendekatan ini dirancang untuk menjawab tantangan literasi dasar yang masih dihadapi banyak siswa di daerah. Dosen PBSI juga memperkenalkan media ajar kreatif berbasis suku kata yang dapat langsung diterapkan di kelas.

"Selain pelatihan, guru didampingi dalam praktik langsung bersama siswa, sehingga metode yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis," katanya.

Mahasiswa PBSI turut berperan sebagai pendamping literasi, membantu siswa yang mengalami kesulitan membaca secara individual maupun kelompok kecil. Pendekatan ini memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah dasar.

"Kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi sekolah untuk mengakses bahan ajar inovatif yang dikembangkan oleh akademisi. Modul ajar yang diberikan dirancang kontekstual dan responsif terhadap kebutuhan lokal. Guru-guru menyambut baik materi tersebut karena dapat memperkaya metode pembelajaran mereka," katanya.

Kemitraan ini tidak berhenti pada pelatihan satu kali, melainkan dirancang sebagai kolaborasi berkelanjutan. PBSI UPR berkomitmen untuk terus mendampingi sekolah mitra melalui program pengabdian dan penelitian lanjutan. Dengan demikian, kualitas pendidikan dasar di Kahayan Tengah diharapkan meningkat secara signifikan.

"Melalui kegiatan ini, PBSI UPR menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung literasi dasar di daerah. Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana perguruan tinggi dapat berkontribusi langsung dalam menjawab tantangan pendidikan di lapangan," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)