BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Memasuki musim penghujan warga Kabupaten Kotawaringin Barat harus mewaspadai penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DB0 melalui gigitan nyamuk Aedes Aegepty. Menurut data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotawaringin Barat ada tiga korban meninggal dunia akibat DBD pada 2016 ini.
"Kita menerima laporan ada tiga kasus meninggal akibat DBD," kata Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes Kobar, Arif Susanto, Kamis (3/11/2016).
Menurut Arif, berdasarkan laporan yang diterima dalam tiga bulan terakhir ini rata-rata ada tiga kasus DBD yang menyerang warga setiap bulan. Untuk itu pihaknya mengingatkan kepada warga masyarakat agar mewaspadai penyakit DBD yang bersumber dari nyamuk Aedes Aegepty pada November 2016.
Adanya peningkatan kewaspadaan dirasa sangat penting dilakukan di lingkungan masing-masing, salah satunya dengan menggalakan kembali program pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Apabila dijumpai dilingkungan ada warga masyarakat yang mengalami gejala demam segera periksakan diri ke puskesmas terdekat.
"Karena sudah ada kasus meninggal dunia akibat DBD, maka kami mewanti-wanti masyarakat atau pihak keluarga melakukan penanganan dengan cepat apabila menjumpai gejala demam," harap dia.
Menurut Arif ,saat ini cuaca sangat mendukung terhadap perkembangbiakan nyamuk aedes aegepty.
Arif menegaskan, mensikapi kondisi tersebut pihaknya akan melaksanakan imbauan dan memberikan surat edaran ke puskesmas serta melakukan tindakan secara preventif melalui abatisasi dan tetap melaksanakan fogging.
Fogging masih diperlukan pada fokus-fokus yang dipastikan menjadi tempat penularan berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi di radius 100 meter dari penderita DBD.
"Tetap lakukan pemantauan jentik pada tempat penampungan air, memperhatikan sampah kontainer yang dapat menampung air hujan agar tidak menjadi sarang nyamuk, prinsipnya tetap menjaga kebersiham lingkungan," pungkas Arif. (KOKO SULISTYO/m)








