SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari penyewaan alat berat milik Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) melampaui target. Hingga Juli 2025, pencapaiannya sudah mencapai 179,19 persen.

“Sampai setengah tahun ini kami sudah hampir memenuhi target PAD yang dibebankan ke Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP). Artinya, alat berat itu sudah maksimal disewakan di beberapa kegiatan,” kata Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama, Selasa, 26 Agustus 2025.

Berdasarkan data, target PAD dari penyewaan alat berat sebesar Rp177.405.000, dan realisasi hingga Juli 2025 mencapai Rp317.900.000. Alat berat tersebut disewakan kepada pihak perusahaan dan kontraktor di luar kegiatan pemerintah daerah.

“Ada perusahaan yang menyewa, kemudian kontraktor dan pengembang juga banyak menyewa. Misalnya, roller dan grader banyak disewa rekanan pengembang, begitu juga ekskavator amfibi terakhir di Bagendang disewa perusahaan sawit,” jelasnya.

Selain penyewaan alat berat, Dinas SDABMBKPRKP juga menggali PAD dari laboratorium pengujian konstruksi. Tahun ini targetnya sebesar Rp250.000.000, namun baru terealisasi Rp46.820.000 atau 18,73 persen.

“Untuk jasa laboratorium, kegiatan masih banyak yang belum berjalan, insya Allah bulan depan akan meningkat,” tambahnya.

Sumber PAD lainnya berasal dari Rusunawa, namun kontribusinya tidak terlalu besar karena tarif sewanya lebih rendah dari penyewaan pada umumnya. 

“Tiga sektor ini semoga akhir tahun bisa memenuhi target, bahkan melampaui,” tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)