BORNEONEWS, Kuala Kurun - Lahan cetak sawah di Kabupaten Kabupaten Gunung Mas (Gumas) tak luput dari dampak banjir musiman. Beberapa hari terakhir curah hujan di Kabupaten Gumas cukup tinggi hingga menyebabkan sungai meluap dan terjadi banjir.
Kejadian itu menyebabkan program cetak sawah yang digagas Kementrian Pertanian bersama TNI Angkatan Darat mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
“Belum kita hitung pasti kerugian materilnya, namun diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Dampaknya, sangat merugikan petani,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Gumas Letus Guntur kepada wartawan, Kamis (3/11/2016) siang.
Dia menyampaikan, lahan yang terendam tersebut, yaitu di daerah Desa Tewang Pajangan, Kecamatan Kurun, mencapai 10,5 hektare, Kecamatan Rungan mencapai 97,5 hektare yang sudah ditanam padi, dan lahan pertanian di Desa Penda Pilang kurang lebih delapan hektar.
“Padi yang rusak akan kita ganti dengan benih yang akan kita minta dengan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui benih cadangan nasional,” lanjut Letus.
Dia melanjutkan, akibat terendam banjir juga berdampak pada sasaran tanam untuk 2016. Khususnya, target tanam bulan Oktober. Namun, ucapnya, pihaknya tak putus asa, karena akan mencoba melakukan penanaman lagi di pada November ini, di daerah yang terendam banjir dan yang belum dilakukan penanaman.
"Intinya petani terus kami dorong menanam padi di lahan cetak sawah," pungkasnya. (EPRA SENTOSA/m).








