BORNEONEWS, Palangka Raya - Universitas Sumatera Utara (USU) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Jakarta melaksanakan riset kolaboratif lapangan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Wampu, Sumatera Utara, pada 25–30 Agustus 2025.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika erosi dan sedimentasi berdasarkan jenis tutupan lahan, sebagai bagian dari upaya mitigasi degradasi lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Tim peneliti terdiri dari Prof Rahmawaty selaku Ketua Tim dan Prof Abdul Rauf serta Prof Esther Nababan sebagai anggota dari USU sementara Dr Leon Rixon dan Dr Evans Azka anggota tim dari BRIN.
Ketua Tim Riset, Prof Rahmawaty, menjelaskan bahwa DAS Wampu dipilih karena kompleksitas tutupan lahannya yang mencakup hutan lindung, perkebunan, dan pemukiman.
“Kami ingin melihat bagaimana perubahan tutupan lahan memengaruhi tingkat erosi dan sedimentasi, serta dampaknya terhadap kualitas air dan stabilitas ekosistem,” ujar Prof Rahmawaty kepada Borneonews pada Selasa, 26 Agustus 2025.
Kajian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi berbasis data untuk pengelolaan DAS yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Pada hari pertama, Senin, 25 Agustus 2025, tim melakukan pengambilan sampel di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Bukit Lawang dan area perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat.
Pengamatan dilakukan terhadap karakteristik tanah, kemiringan lahan, serta aliran permukaan yang berpotensi menyebabkan sedimentasi tinggi.
Hari kedua, Selasa, 26 Agustus 2025, tim melanjutkan kegiatan sampling di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. Wilayah ini memiliki topografi berbukit dan tutupan lahan yang beragam, mulai dari pertanian hortikultura hingga semak belukar. Sampel tanah akan dianalisis dilaboratorium ungkap Prof Rahmawaty.
Penelitian ini tidak hanya melibatkan pengambilan sampel tanah dan air, tetapi juga pemetaan tutupan lahan menggunakan citra satelit dan drone. Kolaborasi antara USU dan BRIN memungkinkan integrasi antara pendekatan akademik dan teknologi riset mutakhir.
“Kami berharap hasil kajian ini dapat menjadi dasar bagi kebijakan pengelolaan DAS, khususnya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan tekanan pembangunan,” tambah Prof Rahmawaty.
Riset ini juga didukung oleh Forum DAS Wampu, Balai Litbang DAS Wampu Sei Ular, dan Universiti Putra Malaysia (UPM), serta melibatkan mahasiswa MBKM S1 Kehutanan dan mahasiswa S3 Prodi PSL USU, menunjukkan semangat kolaboratif lintas institusi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Hasil akhir dari penelitian ini akan dipublikasikan dalam bentuk laporan ilmiah dan rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan kepada pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.(TESTI PRISCILLA)









