KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pemerintah Kabupaten Kapuas menjadikan sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan di daerah setempat.

“Dengan dukungan pemerintah provinsi, DPRD dan seluruh pemangku kepentingan, kita berharap Kabupaten Kapuas semakin kokoh sebagai lumbung pangan di Kalimantan Tengah,” kata Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno di Kuala Kapuas, Selasa, 26 Agustus 2025.

Wiyatno mengatakan bersyukur sekaligus berterima kasih kepada masyarakat dan kelompok tani di Kapuas Timur yang terus bersemangat mengembangkan sektor pertanian dengan panen raya padi perdana.

Pentingnya dukungan infrastruktur, khususnya akses jalan dan unit penggilingan padi (rice milling unit), yang masih sangat dibutuhkan petani. Apalagi, menurut dia, Kapuas memiliki potensi besar untuk memenuhi 40–50 persen kebutuhan pangan Kalimantan Tengah.

“Ke depan, kita akan memperjuangkan agar fasilitas penggilingan padi tersedia di daerah ini. Dengan lahan yang luas, jangan sampai hasil panen hanya dijual dalam bentuk gabah keluar daerah," katanya.

Ia juga mengatakan program strategis daerah berupa satu desa satu miliar, yang mulai diimplementasikan pada 2026, termasuk untuk pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Kapuas Timur.

“Saya pastikan pembangunan akan merata di seluruh wilayah, baik daerah pasang surut maupun non pasang surut, agar masyarakat Kapuas dapat merasakan hasil pembangunan secara adil,” katanya, menambahkan.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalteng Rendy Lesmana memberikan apresiasi kepada petani Kapuas yang konsisten menjaga ketahanan pangan daerah.

"Hampir separuh lahan sawah di Kalteng berada di Kapuas. Untuk panen raya hari ini saja, di Desa Anjir Serapat Tengah terdapat sekitar 2.400 hektare yang siap dipanen," kata Rendy.

Ia mengatakan potensi besar yang harus terus didorong melalui program cetak sawah, optimasi lahan, serta dukungan penyuluh pertanian sebagai ujung tombak di lapangan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas Edi Dese mengatakan Kapuas merupakan lumbung pangan Kalteng dengan lahan baku sawah sekitar 45 ribu hektare dan luas tanam mencapai 62 ribu hektare.

“Kita harapkan ke depan indeks pertanaman terus meningkat melalui kombinasi padi lokal dan varietas unggul, sehingga produktivitas semakin baik,” katanya, menjelaskan.

Panen raya kali ini merupakan hasil kerja sama kelompok tani se-Kecamatan Kapuas Timur dengan dukungan penyuluh pertanian, pemerintah kecamatan, serta instansi terkait. Adapun jenis padi yang dipanen adalah varietas lokal khas Kalimantan yang menjadi kebanggaan masyarakat.

Pada kesempatan itu juga diserahkan bantuan alat mesin pertanian berupa combine harvester, hand tractor, dan power thresher untuk mendukung kegiatan petani.