BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus menggiatkan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan generasi muda terhadap wawasan kebangsaan.
"Kabupaten Kotawaringin Timur sebagai miniatur Indonesia memiliki keberagaman suku, agama, dan budaya. Kehidupan yang harmonis antara umat beragama di daerah ini adalah warisan berharga yang harus terus dirawat," kata Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kotim Masri di Sampit, Rabu, 27 Agustus 2025.
Dalam suasana yang sakral bagi masyarakat Indonesia, yakni peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke 80 Kemerdekaan Republik Indonesia, menurut dia, delapan dekade adalah usia yang matang bagi suatu bangsa untuk semakin dewasa, kuat dan mandiri.
Namun, kata dia, perjalanan panjang ini hanya akan bermakna jika setiap warga senantiasa menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif.
“Jika kerukunan kita terjaga, maka pembangunan akan berjalan lancar, kesejahteraan akan bertambah, dan generasi muda kita akan hidup dalam lingkungan yang damai dan bermartabat,” ujarnya.
Selama bulan Agustus 2025 Pemkab Kotim telah beberapa kali menggelar kegiatan yang bersifat sosialisasi ataupun edukasi terkait wawasan kebangsaan dengan sasaran peserta yang beragam.
"Di antaranya kepada para generasi muda yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka, kemudian kepada para abdi negara serta awak media," ujarnya.
Kegiatan terbaru, kata dia, seminar wawasan kebangsaan untuk meningkatkan pengetahuan generasi muda, dengan mengangkat tema Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathaniyah, Jalan Menuju Persatuan dan Kemajuan Bangsa, dengan menyasar para pelajar sekolah menengah atas (SMA) sederajat serta mahasiswa.
“Kegiatan ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa ukhuwah atau persaudaraan, baik dalam ikatan keagamaan maupun dalam ikatan kebangsaan, adalah pondasi yang akan mengantarkan kita menuju kemajuan,” ujar Masri.









