PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Upaya mendorong kemandirian pangan dan energi di Kalimantan Tengah terus digalakkan melalui penguatan sektor usaha kecil, menengah, dan koperasi atau UKMK. Salah satu langkah strategis dilakukan oleh Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta atau AKPY bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP dan Sawit Center Indonesia dengan menggelar Workshop UKMK Sawit di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 25–26 Agustus 2025, ini diikuti oleh 40 peserta dari pelaku UKMK lokal. Mereka mendapatkan materi aplikatif yang dirancang sesuai dengan kebutuhan lapangan, mulai dari teknik pengolahan produk turunan sawit hingga strategi pemasaran berbasis potensi daerah. Workshop ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus wadah kolaborasi antar pelaku usaha untuk mengoptimalkan sumber daya alam berbasis perkebunan sawit.

Kalimantan Tengah dikenal memiliki potensi perkebunan sawit yang melimpah. Namun, pemanfaatan produk turunan sawit masih belum maksimal. Melalui pelatihan ini, para peserta diajak untuk melihat peluang usaha dari sisi hilirisasi, seperti pembuatan sabun, lilin, biodiesel, hingga produk pangan berbasis minyak sawit. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah dan membuka lapangan kerja baru di daerah.

Direktur AKPY, Dr Sri Gunawan, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pelaku UKMK untuk berani berinovasi dan memanfaatkan potensi lokal.

“Kami ingin mengajak para pelaku usaha di Kotawaringin Barat agar melihat potensi perkebunan sawit sebagai peluang usaha. Produk turunan sawit dapat menjadi solusi dalam mendukung ketahanan pangan dan energi masyarakat,” ujarnya dalam rilisnya kepada Borneonews pada Rabu, 27 Agustus 2025.

Kolaborasi antara AKPY, BPDP, dan Sawit Center Indonesia ini juga menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mendukung pengembangan ekonomi kerakyatan. Selain pelatihan teknis, peserta juga dibekali pemahaman tentang regulasi, akses pembiayaan, dan jejaring pasar yang relevan dengan sektor sawit.

"Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat daya saing UKMK di tingkat lokal maupun nasional," tutur Dr Sri lagi.

Dengan semangat pemberdayaan dan inovasi, Workshop UKMK Sawit di Pangkalan Bun menjadi momentum penting bagi pelaku usaha di Kalimantan Tengah untuk bertransformasi.

"Melalui pengembangan produk turunan sawit, masyarakat tidak hanya memanfaatkan kekayaan alam, tetapi juga turut berkontribusi dalam menciptakan ketahanan ekonomi berbasis komunitas," katanya. (TESTI PRISCILLA/y)