BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) resmi menerima kedatangan Tim Ekspedisi Patriot dari Universitas Padjadjaran (Unpad).
Kehadiran mereka merupakan bagian dari Program Transmigrasi Patriot yang digagas Kementerian Transmigrasi.
Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kobar, Yudhi Hudaya melalui Kabid Transmigrasi, Elpramit Christian, menyampaikan bahwa Kabupaten Kobar telah dipilih menjadi lokasi riset dan pendampingan tim ekspedisi patriot dari Unpad.
“Tim ekspedisi patriot yang datang ke sini adalah unit lapangan untuk melakukan riset, pendampingan, dan pemberdayaan di kawasan transmigrasi. Hasil kajiannya nanti akan disampaikan sesuai dengan temuan di lapangan,” ujarnya, Rabu, 27 Agustus 2025.
Sebanyak 3 tim dari Unpad akan bertugas selama kurang lebih 4 bulan di kawasan transmigrasi Kecamatan Arut Selatan (Arsel) dan Kotawaringin Lama (Kolam), tepatnya di Desa Rangda, Rungun, Lalang, Kondang, dan Tanjung Putri.
"Mereka akan bekerja sama dengan pemerintah daerah, stakeholder terkait, maupun para pemangku kepentingan lainnya dalam mengumpulkan data dan menggali potensi wilayah Arut Selatan dan Kotawaringin Lama ini," tambah Elpramit Christian.
Tim ini berasal dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari pertanian, geologi, hingga manajemen ekonomi. Mereka akan fokus mengkaji aspek sosial, budaya, ekonomi, lingkungan, kelembagaan, infrastruktur, hingga peluang investasi.
Tiga ketua tim yang memimpin riset di Kabupaten Kobar antara lain:
M. Sapari Dwi Hadian (Bidang Pemetaan).
Robi Andoyo (Bidang Kolaborasi Kelembagaan dan Peningkatan Ekonomi).
Deru R. Indika (Bidang Komoditas Unggulan).
Disampaikan Ketua Tim 1, M. Sapari Dwi Hadian, pihaknya akan ikut membantu merencanakan langkah ke depan untuk pengembangan kawasan transmigrasi.
“Kami melihat potensi yang ada agar bisa dimanfaatkan lebih baik di masa depan, terutama dalam pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Hal senada disampaikan Ketua Tim 2, Robi Andoyo. Ia menegaskan bahwa tim ekspedisi patriot akan berupaya mengembangkan potensi ekonomi kawasan transmigrasi.
Sementara Ketua Tim 3, Deru R. Indika, menambahkan pihaknya akan fokus pada pengembangan potensi unggulan di setiap desa selama masa penugasan.
Terakhir, Elpramit Christian berharap, hasil kajian tim ekspedisi ini dapat menjadi rekomendasi penting bagi pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten dalam menyusun kebijakan pembangunan berkelanjutan di kawasan transmigrasi. (NURITA/H)









