BORNEONEWS, Jakarta - Pegolf Indonesia, Gabriel Hansel Hari, menyatakan kesiapan penuh menghadapi Mandiri Indonesia Open 2025, turnamen pertamanya sebagai profesional di Asia.
“Targetnya pastinya main sebaik mungkin, persiapannya kemarin saya sudah latihan bersama pelatih Chris O'Connell dan pelatih mental saya," kata Hansel di Pondok Indah Golf Course, Jakarta, Rabu 27 Agustus 2025.
Hansel mengaku menghabiskan waktu sepekan terakhir dengan kedua pelatih guna membahas permainannya. "Mereka cukup yakin dengan game saya sekarang ini Jadi semoga bisa menang," kata Hansel.
Hansel memaparkan perbedaan signifikan antara bermain sebagai amatir dan profesional, terutama dari sisi mental.
“Persiapan pastinya banyak latihan mental juga, stay in the present sih, menurutku kalau main di profesional tidak boleh mikirin kayak uangnya juga sih. Harus kayak stay in the moment, shot by shot,” tutur pegolf lulusan University of Oregon itu.
Pegolf muda ini menyebut pengalaman hampir menang dalam playoff turnamen profesional sebelumnya sebagai modal berharganya.
Ia hanya kalah dari Jonathan Wijono pada turnamen Jakarta Golf Club (JGC) Championship 2025 awal Agustus lalu.
“Pastinya pengalaman itu dibawa ke Asian Tour ini, apalagi turnamennya lebih besar, itu bakal memacu mental saya,” kata Hansel.
Persaingan dalam Indonesia Open, menurut Hansel, semakin ketat dengan banyaknya pegolf AS dan Thailand yang ambil bagian.
Sedangkan untuk hole yang paling menyulitkan di Pondok Indah Golf Course, tempat berlangsungnya Mandiri Indonesia Open 2025, adalah hole 8 dan 16.
“Hole 8 sulit sih, hole 8 sama 16, par 3 jauh sih. Di hole 8 di 2023 kalau tidak salah ya, 3 par 1 birdie (dari empat hari turnamen) kalau tidak salah,” ujar dia. Mandiri Indonesia Open 2025 diadakan dari 28 sampai 31 Agustus dan diikuti 150 peserta.
Juara pada dua edisi sebelumnya, Nitithorn Thippong dan Steve Lewton, akan kembali ambil bagian dalam turnamen golf prestisius ini.
ANTARA









