BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Untuk menjamin kelayakan dan keamanan pangan, Dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Selat 01 Kapuas mendapat kunjungan dari tim Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Banjarbaru pada Selasa, 26 Agustus 2025.
Kedatangan tim ini bertujuan untuk melakukan serangkaian uji laboratorium terhadap sampel makanan yang diproduksi.
Ketua SPPG 01 Selat, Rayyana Aurora Nur Assyifa mengungkapkan bahwa pemeriksaan ini merupakan yang pertama kali dilakukan.
"Dari Labkesda Banjarbaru yang menguji dan baru ini dilaksanakan, atas kerja sama Dinas Kesehatan," ungkapnya pada Borneonews, Rabu, 27 Agustus 2025.
Uji yang dilakukan oleh tim Labkesda meliputi berbagai aspek penting. Mereka mengambil sampel makanan, air, dan bahkan melakukan uji usap pada alat makan.
Prosedur ini sangat krusial untuk mendeteksi potensi kontaminasi bakteri atau zat berbahaya lainnya yang mungkin ada.
Dengan pengujian menyeluruh, pemerintah ingin membuktikan komitmennya dalam menyajikan makanan terbaik bagi penerima manfaat program MBG.
Meskipun demikian, hasil dari pengujian ini belum dapat diketahui secara langsung. Rayyana menjelaskan bahwa tim Labkesda membutuhkan waktu untuk menganalisis sampel-sampel tersebut.
"Masih 1 minggu lagi baru keluar hasilnya " ungkapnya, meminta semua pihak bersabar menunggu hasil resmi yang akan dirilis pekan depan.
Uji kualitas ini sangat penting dan menjadi indikator keberhasilan program MBG dari sisi keamanan pangan. Dengan adanya pengecekan berkala, kepercayaan masyarakat terhadap kualitas makanan yang disediakan pemerintah akan semakin meningkat. Ini juga menunjukkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga mengutamakan kualitas dan kelayakan. (SABRIANOOR/R)









