PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Mahasiswa Program Doktor Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL) Universitas Sumatera Utara, Darnianti, ST., MT, bersama tim pembimbing yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. Abdul Rauf, MP selaku Promotor, serta Co-Promotor yang terdiri dari Prof. Rahmawaty, S.Hut., M.Si., Ph.D, dan Prof. Dr. Miswar Budi Mulya, S.Si., M.Si, melaksanakan observasi lapangan di kawasan Hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Wampu, Kabupaten Karo.

"Kegiatan ini bertujuan menyelaraskan arah penelitian disertasi dengan kondisi nyata di lapangan, sekaligus memperkuat kontribusi akademik terhadap pengelolaan sumber daya air," kata Prof Abdul Rauf dalam rilisnya pada Kamis, 28 Agustus 2025.

Observasi dilakukan di enam kecamatan strategis, yaitu Kabanjahe, Barus Jahe, Tigapanah, Kuta Buluh, Payung, dan Juhar. Wilayah ini dikenal sebagai kawasan hulu yang berperan penting dalam menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Karo. Keberadaan vegetasi dan kondisi tutupan lahan di daerah ini menjadi faktor krusial dalam menjaga kualitas dan kuantitas air yang mengalir ke wilayah hilir.

"Fokus utama observasi adalah meninjau kondisi tutupan lahan di sekitar titik-titik intake PDAM Tirta Malem, yang merupakan sumber utama penyediaan air minum," katanya.

Melalui kunjungan langsung, tim peneliti bersama promotor dan co-promotor mendiskusikan dinamika perubahan lahan, potensi tekanan lingkungan, serta dampaknya terhadap sistem penyediaan air bersih. Diskusi ini menjadi bagian penting dalam merumuskan pendekatan ilmiah yang relevan dan aplikatif.

Sementara itu Prof Rahmawaty menuturkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana akademik untuk memastikan bahwa penelitian disertasi tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata dalam pengelolaan lingkungan.

"Dengan dukungan data lapangan yang komprehensif, penelitian diarahkan pada pengembangan model pengelolaan Hulu DAS Wampu yang berkelanjutan, selaras dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan perubahan iklim serta degradasi lingkungan," kata Prof Rahmawaty.

Hasil observasi diharapkan dapat menjadi landasan penting dalam analisis spasial, kajian hidrologi, dan perumusan kebijakan pengelolaan sumber daya air. Data yang dikumpulkan akan memperkaya pemahaman tentang hubungan antara tutupan lahan dan kualitas air, serta menjadi referensi bagi pengambil kebijakan dalam merancang strategi konservasi yang efektif.

"Sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi elemen kunci dalam menjaga keberlanjutan pasokan air bersih di Kabupaten Karo," katanya.

Melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis data, penelitian ini diharapkan mampu mendorong lahirnya kebijakan pengelolaan DAS yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat lokal. (TESTI PRISCILLA/j)