BORNEONEWS, Kuala Kurun - Fraksi Gerakan nasional DPRD Gunung Mas DPRD Gunung Mas menyoroti terkait realisasi capaian pendapatan asli daerah (PAD) dan meminta adanya evaluasi.
"Berapa persen realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara keseluruhan dan target masing-masing perangkat daerah?" Tanya juru bicara Fraksi Gerakan Nasional DPRD Gunung Mas Rayaniatie Djangkan, Kamis, 28 Agustus 2025.
Mengingat kata Raya, apabila target PAD tidak tercapai maka akan berpengaruh terhadap program dan kegiatan yang dirancang dalam APBD murni maupun perubahan.
Sehingga, bagi perangkat daerah yang realisasi PAD tidak sesuai dengan fakta integritas dan target, agar dilakukan evaluasi terhadap jajaran perangkat daerah tersebut, hal ini dalam rangka menuju Tambun Bungai Mandiri.
Sementara itu, Wakil Bupati Gunung Mas Efrensia L.P Umbing menjelaskan bahwa realisasi PAD sampai dengan saat ini sebesar 56,40 persen.
"Untuk Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) realisasi capaian PAD yakni 26,33 persen, Dinas Kesehatan yakni 101, 12 persen, RSUD Kuala Kutun 70,66 persen," kata Efrensia.
Kemudian realisasi PAD untuk Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Perhubungan sebesar 26,49 persen, Dinas Pekerjaan Umum yakni 207,11 persen, Dinas Transmigrasi, Tenaga Kerja dan UKM sebesar 58,87 persen, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan sebesar 45,28 persen, Dinas kebudayaan dan Pariwisata sebesar 57,97 persen.
Lalu realisasi PAD untuk Dinas Pertanian sebesar 29,76 persen, Dinas Perindustrian dan Perdagangan sebesar 49,15 persen, Bapperida sebesar 18,25 persen, BKAD sebesar 57,94 dan realisasi PAD Badan Pendapatan Daerah sebesar 31,44 persen.
"Pemerintah Kabupaten Gunung Mas sepakat untuk dilakukan evaluasi terhadap perangkat daerah yang masih belum mencapai target PAD, mengingat sudah ditandatanganinya fakta integritas, sehingga mempengaruhi program dan kegiatan yang sudah dianggarkan dalam rangka mendukung program Tambun Bungai Mandiri," tukasnya. (RISKA YULYANA/j)









