KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas, Hamidhan, menekankan pentingnya kompetensi dan integritas bagi guru dan tenaga kependidikan (GTK) dalam Workshop Peningkatan Kompetensi di MIN 1 Kapuas, Kamis, 28 Agsutus 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kemenag untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme tenaga pendidik di tengah dinamika pendidikan yang terus berkembang.

Hamidhan menegaskan bahwa peningkatan kompetensi tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis. Ia menekankan perlunya pemahaman terhadap sistem kerja berbasis kinerja dan tanggung jawab. 

"Guru dan tenaga kependidikan harus siap beradaptasi dengan perubahan dan mampu memberikan layanan pendidikan terbaik," tegasnya.

Workshop ini juga membahas hal penting terkait tata kelola kepegawaian. Tim Kepegawaian Kemenag Kapuas, yang diwakili oleh Nuning Sukowaty dan Muhammad Sarbani, menyampaikan materi mengenai Penguatan Penyusunan Rencana Hasil Kerja (RHK) Terintegrasi Tahun 2026.

Mereka menjelaskan bahwa penyusunan RHK ke depan akan mengalami perubahan besar. RHK Tahun 2026 akan terintegrasi penuh dengan Analisis Jabatan (Anjab) dan e-Kinerja. Hal ini merupakan langkah strategis untuk mengimplementasikan manajemen kinerja ASN berbasis digital yang lebih akuntabel dan terukur.

Adanya perubahan ini diharapkan dapat mendorong transparansi dan efektivitas dalam penilaian kinerja. Dengan integrasi RHK dengan Anjab dan e-Kinerja, setiap hasil kerja yang disusun akan memiliki kaitan langsung dengan deskripsi pekerjaan dan dapat diukur secara sistematis.

Workshop ini diharapkan dapat membekali para GTK, khususnya di MIN 1 Kapuas, dengan pemahaman yang mendalam mengenai kebijakan baru ini. Dengan demikian, mereka bisa lebih siap dalam mengimplementasikan sistem kerja yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama, demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas. (SABRIANOOR/H)