BORNEONEWS, Sampit – Minamas Plantation melalui anak usahanya PT Kridatama Lancar (KLR) dan PT Teguh Sempurna (TSA), kembali menggelar Sosialisasi dan Pelatihan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), bersama masyarakat di Hatantiring Estate, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Kamis, 27 Agustus 2025.
Kegiatan ini dihadiri Tim Tanggap Darurat perusahaan, Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur Multazam, Muspika Mentaya Hulu More, Muspika Batu Ampar Muhidin, serta perwakilan dari desa sekitar wilayah konsesi.
Senior Manager Kuala Kuayan Estate, Bambang Widhiatmoko, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung Indonesia bebas asap.
“Melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini kami berharap akan timbul semangat kebersamaan seluruh pemangku kepentingan, baik perusahaan, pemerintah, TNI, Polri, maupun masyarakat sekitar sehingga dapat bersinergi dalam mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
Apresiasi atas langkah Minamas Plantation juga disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam. Menurutnya, pengendalian Karhutla memerlukan kerja sama lintas sektor.
“Kegiatan yang dilaksanakan oleh Minamas Plantation ini merupakan bagian dari upaya dalam sistem pengendalian Karhutla. Perusahaan pemilik konsesi wajib ikut serta dalam sistem tersebut, baik di dalam maupun di luar area konsesi. Karena pengendalian Karhutla tidak bisa dilakukan sendirian, harus berkolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan perwakilan Muspika Seruyan Tengah dan Batu Ampar, Muhidin dan More, yang menekankan pentingnya tanggung jawab bersama.
“Karhutla ini bukan cuma tanggung jawab pemerintah daerah, TNI, maupun Polri, tapi juga seluruh stakeholder yang ada di sekitar sini termasuk masyarakat dan perusahaan,” ujar mereka.
Selain sosialisasi, Minamas Plantation juga menjelaskan langkah konkret pencegahan Karhutla melalui sistem Plantation Location Intelligent Universal Management (PLATINUM).
Sistem ini menggunakan data satelit NASA LANCE (FIRMS) dan SIPONGI untuk mendeteksi titik panas secara cepat.
Data tersebut kemudian dioverlay dengan peta konsesi perusahaan, dilengkapi pengamatan lapangan melalui menara api, patroli tim kebun, serta pemanfaatan drone dengan kamera inframerah.
Pemantauan hotspot dilakukan hampir 24 jam setiap hari, termasuk melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA) dalam pembinaan. Dengan sistem berlapis ini, keberadaan titik panas dapat terdeteksi lebih cepat dan penanganan dini bisa segera dilakukan. (ADV)
Komitmen Cegah Karhutla, Minamas Plantation Kembali Gelar Sosialisasi dan Pelatihan di Kalimantan Tengah
Bagikan:

PANGKALAN BUN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bupati Seruyan Perintahkan Inventarisasi Lahan Belukar untuk Cegah Karhutla
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Tentara Yaman Lumpuhkan Lebih dari 300 Petempur Houthi
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Komentar (0)
Memuat komentar…







