PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Penataran Wasit, Juri, dan Pelatih Pencak Silat Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah resmi dibuka di Aula Serbaguna Antakusuma, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, pada 28–29 Agustus 2025.

Kegiatan ini diikuti 68 peserta yang terdiri dari wasit, juri, dan pelatih pencak silat dari berbagai kabupaten di Kalimantan Tengah. IPSI Kotawaringin Barat turut hadir mewakili tuan rumah melalui Wakil Ketua I, Abdul Rohman.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Rohman menyampaikan dukungan penuh IPSI Kotawaringin Barat terhadap kegiatan penataran ini.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Penataran ini menjadi ajang persiapan Kabupaten Kotawaringin Barat sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi, sesuai penunjukan Gubernur Kalimantan Tengah. Dengan adanya pelatihan ini, para wasit, juri, dan pelatih dapat memperbarui wawasan serta pengetahuan terkait peraturan PB IPSI terbaru tahun 2025,” ujarnya.

Hadir pula sebagai pemateri utama, Satria, Ketua Lembaga Wasit Juri IPSI Provinsi Kalimantan Tengah yang berdomisili di Palangka Raya.

Ia memberikan arahan serta ilmu praktis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pencak silat di tingkat provinsi.

Penataran ini tidak hanya berisi teori, tetapi juga akan dipraktikkan langsung pada Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup VI Kotawaringin Barat yang digelar 30–31 Agustus 2025.

Dengan begitu, para peserta bisa menerapkan ilmu yang diperoleh sekaligus memastikan jalannya pertandingan berlangsung adil, sportif, dan profesional.

Abdul Rohman menegaskan pentingnya peran wasit, juri, dan pelatih dalam mencetak atlet berprestasi.

“Dalam pencak silat, peran wasit, juri, dan pelatih sangat penting. Mereka bukan hanya mengawal jalannya pertandingan agar tetap menjunjung sportivitas, tetapi juga berkontribusi dalam mencetak generasi atlet pencak silat di masa depan,” tambahnya.

Kegiatan ini menjadi langkah konkret IPSI Kalteng dalam meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta kapasitas insan pencak silat.

Harapannya, dengan peningkatan kualitas SDM, pencak silat Kalimantan Tengah dapat terus berkembang dan berprestasi di tingkat nasional hingga internasional. (DANANG/H)