SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sekretaris  Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Asyikin menyebut mayoritas kasus terjadi pada usia produktif. Tercatat ada 50 kasus HIV/AIDS selama periode Januari hingga Juni 2025. 

"Kasus HIV/AIDS di Kotim sifatnya fluktuatif, tidak ada peningkatan signifikan. Namun tetap perlu diwaspadai karena penularan umumnya akibat perilaku hidup tidak sehat, terutama hubungan seksual berisiko," ujarnya, Kamis, 28 Agustus 2025.

Dari data yang ada, 30 kasus dialami oleh laki-laki dan 20 kasus oleh perempuan. Sebaran usia menunjukkan bahwa 31 kasus terjadi pada rentang usia 25–49 tahun, 4 kasus pada usia 15–19 tahun, 6 kasus pada usia 20–24 tahun, dan 5 kasus di atas 50 tahun.

Pihaknya sedang mendalami indikasi penularan melalui seks sesama jenis yang masuk dalam kategori perilaku seks menyimpang. Ia juga menyoroti pengaruh lokalisasi terhadap penyebaran HIV/AIDS.

"Keberadaan lokalisasi menurutnya juga cukup berpengaruh terhadap penyebaran, sehingga pengawasan dan sosialisasi harus terus ditingkatkan," katanya.

KPA Kotim terus berupaya meningkatkan pengawasan dan sosialisasi untuk menekan angka penularan HIV/AIDS di wilayah tersebut. (DEVIANA/R)