PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Workshop penyusunan dokumentasi rencana kontingensi penanggulangan bencana banjir Daerah Aliran Sungai atau DAS Barito, Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2025 telah resmi diselesaikan pada Kamis, 28 Agustus 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya terpadu pemerintah daerah bersama mitra strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.

Direktur PSE Caritas Keuskupan Palangka Raya, RD Alfonsus Danang Widhi Anggoro, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya workshop tersebut.

“Puji Tuhan, proses penyusunan dokumentasi telah selesai dan akan dilanjutkan dengan komitmen bersama seluruh SOPD Provinsi Kalimantan Tengah untuk mewujudkannya,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi tantangan kemanusiaan dan lingkungan.

Workshop ini diselenggarakan atas arahan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebagai penyelenggara utama.

BPKP mendorong agar seluruh dokumen rencana kontingensi tidak hanya menjadi arsip administratif, tetapi benar-benar diimplementasikan sebagai pedoman operasional dalam situasi darurat banjir.

Keterlibatan aktif berbagai unsur SOPD menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan dan efektivitas rencana tersebut.

Dalam struktur penanggulangan bencana tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, Caritas Keuskupan Palangka Raya kini secara resmi dilibatkan sebagai bagian dari tim penanganan khusus untuk bencana banjir.

Keterlibatan ini mencerminkan pengakuan atas kontribusi lembaga gerejawi dalam kerja-kerja kemanusiaan dan pembangunan berkelanjutan di daerah. Caritas akan berperan dalam aspek edukasi, advokasi, dan distribusi bantuan darurat berbasis komunitas.

Romo Danang menegaskan bahwa partisipasi Caritas bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk komitmen nyata dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana.

“Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat sipil untuk memastikan bahwa setiap langkah penanggulangan banjir berpihak pada keselamatan dan martabat manusia,” katanya. Ia juga berharap agar dokumen rencana kontingensi ini menjadi acuan bersama lintas sektor.

Dengan rampungnya tahap penyusunan dan komitmen lintas SOPD, Provinsi Kalimantan Tengah kini memasuki fase implementasi rencana kontingensi banjir DAS Barito.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan daerah terhadap bencana, sekaligus menjadi model kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang inklusif dan berkelanjutan.(TESTI PRISCILLA)