BORNEONEWS, Muara Teweh - Pemerintah Kabupaten Barito Utara meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) tenaga kerja setempat dengan pelatihan operator ekskavator agar siap terjun ke dunia kerja dan mampu bersaing secara profesional.
"Pelatihan ini merupakan upaya nyata dalam membekali generasi muda dengan keterampilan teknis yang relevan, khususnya di bidang alat berat," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disnakertranskop-UKM) Barito Utara M Mastur di Muara Teweh, Kamis, 28 Agustus 2025.
Menurut dia, pelatihan ini sebagai bagian dari program strategis pemerintah daerah untuk mempercepat peningkatan kompetensi tenaga kerja dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Kami harapkan peserta bisa menciptakan peluang usaha sendiri atau terserap ke dunia industri, baik di dalam maupun di luar daerah," katanya,
Dia mengatakan peningkatan kualitas SDM, termasuk pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi, menjadi kunci utama dalam mengurangi pengangguran, menekan inflasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum.
"Kami ingin setiap kegiatan pelatihan ini memberikan dampak nyata. Maka, saya pesan kepada seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan serius, aktif berdiskusi dengan instruktur dan tidak menyia-nyiakan kesempatan ini," tambahnya.
Pada Tahun Anggaran 2025, lanjut Mastur, Disnakertranskop-UKM Barito Utara telah mengagendakan berbagai program peningkatan SDM, termasuk pelatihan alat berat, pelatihan kewirausahaan, koperasi, hingga pelatihan di daerah eks-transmigrasi dan wilayah sekitar hutan.
Ketua Panitia Pelaksana, Akurnadi menyampaikan pelatihan ini merupakan bagian dari program peningkatan kompetensi kerja dan pengurangan angka pengangguran terbuka di Barito Utara.
“Kami harap peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, karena keterampilan ini sangat dibutuhkan di sektor industri maupun proyek pembangunan infrastruktur,” tambahnya.
Pelatihan ini dengan metode teori dan praktik, serta bimbingan langsung dari para instruktur berpengalaman di bidang alat berat.
Pelatihan melalui UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Barito Utara ini diikuti oleh 16 peserta, dan dijadwalkan berlangsung selama 15 hari, dari 26 Agustus hingga 9 September 2025.









