BORNEONEWS, Sampit – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menargetkan 80 persen warga mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mendeteksi penyakit sejak dini.
“Kami usahakan paling tidak 80 persen masyarakat mengikuti CKG sehingga kami bisa mengetahui pola penyakit di Kotim, bagaimana tata laksananya, serta pencegahannya. Dengan begitu, masyarakat kita benar-benar sehat dan indikasi penyakit dapat ditangani lebih awal,” kata Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi, Jumat, 29 Agustus 2025.
Umar menjelaskan, program ini sesuai instruksi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang mulai berjalan sejak 4 Agustus 2025. Pelaksanaan dimulai dari anak sekolah, baik jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan melibatkan tenaga kesehatan yang mendatangi sekolah satu per satu.
Selain untuk pelajar, layanan CKG juga diberikan kepada masyarakat umum di berbagai lokasi keramaian seperti pasar, mal, taman kota saat Car Free Day (CFD), dan sejumlah titik strategis lainnya.
“Seluruh tenaga kesehatan di puskesmas dan fasilitas kesehatan yang ada kita libatkan. Warga cukup datang ke puskesmas terdekat dengan membawa KTP untuk mendaftar. Petugas kami akan menginput data ke Satu Sehat, jadi warga tidak perlu khawatir jika belum familiar dengan sistem tersebut,” jelas Umar.
Menurutnya, program ini merupakan langkah promotif preventif untuk mencegah penyakit sebelum timbul, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Melalui CKG, potensi penyakit bisa terdeteksi lebih cepat sebelum menjadi kronis atau berisiko menyebabkan kecacatan, seperti diabetes yang dapat berujung pada gagal ginjal.
Umar menyebut, pemeriksaan kesehatan gratis sebenarnya sudah dimulai sejak Februari 2025 dan hingga kini sekitar 30 persen warga Kotim telah ikut serta. Pemeriksaan meliputi cek tekanan darah, diabetes, kolesterol, asam urat, dan kuesioner kesehatan mental. Warga yang ingin pemeriksaan lebih lengkap dapat langsung mendatangi puskesmas.
“Di puskesmas, skrining dilakukan dari kepala sampai kaki, mulai dari otak, mata, telinga, tenggorokan, paru-paru, jantung, hingga ginjal,” imbuhnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menghindari makanan tinggi karbohidrat, lemak, dan gula, serta memperbanyak minum air putih, cukup istirahat, dan olahraga minimal 30 menit setiap hari.
“Pencegahan terbaik adalah pola hidup sehat dan olahraga rutin,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









