BORNEONEWS, Sampit – Antusias masyarakat untuk memeriksakan kondisi kesehatan semakin meningkat. Hal ini terlihat dari ramainya stand cek kesehatan gratis yang disediakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotawaringin Timur (Kotim) dalam ajang Sampit Trade Expo 23-30 Agustus 2025.
Petugas dari Puskesmas Baamang, Nunik Surtikanti, mengatakan bahwa kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini penyakit mulai terlihat baik.
“Antusias masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan cukup tinggi. Mereka datang untuk mengetahui kondisi gula darah dan tekanan darahnya,” ujarnya, Sabtu, 30 Agustus 2025.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, hipertensi menjadi kasus yang paling banyak ditemukan. Kemudian diabetes tereteksi pada masyarakat berusia di atas 40 tahun.
“Untuk usia produktif di bawah 40 tahun, kasus gula darah tinggi belum ditemukan. Namun, hipertensi cukup dominan, meskipun masih pada tahap ringan yang bisa ditangani melalui pola makan, istirahat, dan gaya hidup sehat,” ujarnya.
Setiap harinya, stand pemeriksaan kesehatan ini melayani sekitar 50 orang pengunjung. Dari jumlah tersebut, 5 hingga 10 orang direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di Puskesmas, terutama yang memiliki hasil di atas normal untuk diabetes maupun hipertensi.
Dua penyakit tersebut—hipertensi dan diabetes—bukan penyakit menular, tetapi memiliki risiko tinggi apabila terdapat riwayat keluarga dengan penyakit serupa.
Selain faktor keturunan, pola hidup tidak sehat seperti kurang olahraga dan konsumsi makanan manis berlebihan juga menjadi pemicu.
“Makanya kami sering menanyakan apakah ada keluarga yang mengalami tekanan darah tinggi atau kencing manis. Karena jika orang tua mengidap penyakit ini, risiko keturunannya lebih tinggi,” tambahnya.
Nunik menegaskan pentingnya deteksi dini untuk mencegah komplikasi serius. “Fungsi cek kesehatan ini adalah untuk mencegah dampak besar. Meskipun penyakit ini tidak menular, alangkah lebih baik mencegah daripada mengobati,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









