BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah, Dr Sunarto, turut ambil bagian dalam diskusi virtual nasional yang membahas inisiasi pembentukan Taman Asuh Sayang (TPA TAMASYA).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong penguatan sistem pengasuhan anak yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Diskusi tersebut dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS-PK) Kemendukbangga/BKKBN, Nopian Andusti. Dalam sambutannya, Nopian menekankan urgensi kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan TPA TAMASYA sebagai fasilitas pengasuhan anak yang terstandarisasi dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Target minimal satu TPA di setiap kabupaten/kota menjadi komitmen bersama dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
TPA TAMASYA dirancang sebagai ruang aman dan stimulatif bagi anak-anak usia dini, dengan pendekatan pengasuhan yang berbasis cinta, perlindungan, dan pendidikan karakter. Program ini juga diharapkan mampu menjawab tantangan pengasuhan di era modern, termasuk kebutuhan orang tua bekerja yang memerlukan dukungan institusional dalam menjaga dan mendidik anak-anak mereka.
Kehadiran Dr Sunarto dalam forum tersebut mencerminkan komitmen BKKBN Kalimantan Tengah dalam mendukung kebijakan nasional yang berorientasi pada ketahanan keluarga.
"Kalimantan Tengah siap menjadi bagian dari gerakan nasional ini, dengan mengintegrasikan program TPA TAMASYA ke dalam strategi pembangunan daerah yang ramah anak dan keluarga," kata Sunarto pada Minggu, 31 Agustus 2025.
Program TPA TAMASYA juga masuk dalam daftar Quick Win Menteri Kemendukbangga/BKKBN tahun 2025, sebagai langkah konkret dalam memperkuat fondasi keluarga Indonesia. Dengan dukungan regulasi, pendanaan, dan pelatihan tenaga pengasuh, diharapkan TPA ini dapat menjadi model pengasuhan yang inspiratif dan berdaya guna di tingkat lokal maupun nasional.
"Melalui diskusi ini, BKKBN bersama mitra lintas sektor menegaskan pentingnya sinergi dalam membangun ekosistem pengasuhan anak yang sehat, aman, dan mendidik," katanya.
TPA TAMASYA bukan hanya fasilitas fisik, tetapi juga simbol komitmen negara dalam memastikan setiap anak Indonesia tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih dan dukungan. (TESTI PRISCILLA/H)









