BORNEONEWS, Palangka Raya - Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof Dr Muryanto Amin menyampaikan pesan inspiratif kepada para lulusan dan sivitas akademika dalam rangkaian Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2024/2025.
Dalam pidatonya, Prof Muryanto menekankan bahwa dunia kerja saat ini dan masa depan menuntut lebih dari sekadar ijazah yang dibutuhkan adalah karakter tangguh, semangat belajar, dan kemampuan beradaptasi cepat.
“Kita hidup di era yang bergerak sangat cepat. Yang bertahan bukan yang paling kuat, tetapi yang paling responsif terhadap perubahan,” ujarnya dalam rilis pada Minggu, 31 Agustus 2025.
Mengutip laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum, Prof Muryanto mengungkapkan bahwa saat ini sekitar 22 persen pekerjaan telah diselesaikan oleh teknologi, 30 persen merupakan kolaborasi manusia dan mesin, dan hanya 47 persen yang masih murni dilakukan manusia. Ia menekankan bahwa tren ini akan terus bergeser, dan pada tahun 2030, hanya 33 persen pekerjaan yang akan dikerjakan manusia secara mandiri.
“Batas antara manusia dan mesin semakin menipis. Kita harus siap bekerja berdampingan dengan teknologi,” tegasnya.
Dalam konteks tersebut, Rektor USU menggarisbawahi tiga karakter utama yang harus dimiliki lulusan: resilience, growth, dan agility. Resilience berarti kemampuan untuk bangkit dari kegagalan dan penolakan. Growth adalah semangat belajar yang tak pernah berhenti. Dan agility adalah kelincahan dalam merespons perubahan teknologi dan dinamika global.
“Ketiga hal ini bukan hanya nilai akademik, tetapi bekal hidup,” katanya.
Prof Muryanto juga mengingatkan bahwa mesin, otomatisasi, dan kecerdasan buatan bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan mitra kerja yang mengambil alih banyak tugas rutin dan berulang. Oleh karena itu, peran manusia akan bergeser ke arah pengambilan keputusan strategis, inovasi, dan pengembangan nilai tambah.
“Kita harus mendidik generasi yang tidak takut pada teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya secara bijak,” tambahnya.
Sebagai institusi pendidikan tinggi, USU terus berupaya mengintegrasikan pendekatan teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan dalam kurikulum dan proses pembelajaran. Rektor menegaskan bahwa USU tidak hanya mencetak lulusan yang siap kerja, tetapi juga siap berkontribusi dalam membentuk masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
“Kami ingin lulusan USU menjadi pemimpin yang berpikir kritis, berjiwa sosial, dan berorientasi pada solusi,” ujarnya.
Dengan semangat transformasi dan adaptasi, Prof. Muryanto mengajak seluruh lulusan untuk tidak hanya merayakan keberhasilan akademik, tetapi juga mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks.
“Wisuda ini adalah titik awal. Dunia menunggu kontribusi Anda. Bangunlah masa depan dengan keberanian, pengetahuan, dan hati yang terbuka,” tutupnya penuh harapan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Senat USU, termasuk Prof Rahmawaty, Prof Ita Darlan, dan Prof Erman Munir. (TESTI PRISCILLA/H)









