BORNEONEWS, Pulang Pisau – Tiga nelayan asal Kalimantan Selatan (Kalsel) dilaporkan hilang di sekitar perairan Desa Bahaur, Kecamatan Kahayan Kuala, Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis).
Informasi yang dihimpun, ketiga nelayan tersebut berangkat melaut pada Kamis, 28 Agustus 2025 sekitar pukul 08.00 WITA untuk mencari ikan.
Sehari kemudian, Jumat, 29 Agustus 2025 sekitar pukul 08.00 WITA, salah seorang korban sempat menghubungi istrinya. Dalam percakapan itu, korban memberi tahu bahwa mereka terbawa arus dan berada di sekitar perairan Desa Bahaur.
Namun setelah itu, komunikasi terputus. Hingga kini, korban tidak bisa lagi dihubungi. Pencarian yang dilakukan rekan-rekan nelayan dari Kecamatan Aluh-Aluh, Kalsel juga belum membuahkan hasil.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Pulang Pisau Herman Wibowo, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Tekson, membenarkan adanya laporan hilangnya tiga nelayan asal Kalsel tersebut.
“Informasi ini benar berasal dari Basarnas. Kami sudah sampaikan kepada kepala desa dan camat di wilayah selatan agar ikut membantu pencarian,” kata Tekson, Minggu, 31 Agustus 2025.
Ia menambahkan, informasi juga sudah diteruskan ke Kepala Desa Cemantan dan Kiapak agar berkoordinasi dengan warga nelayan setempat serta segera melaporkan perkembangan pencarian ke BPBD dan pihak kecamatan.
“Desa Cemantan dan Kiapak sudah berupaya menginformasikan kepada nelayannya, namun hingga saat ini korban belum ditemukan dan belum ada kabar terbaru,” ujarnya.
Berdasarkan komunikasi dengan Basarnas, kata Tekson, pencarian sudah dilakukan. Namun, hingga kini hasilnya nihil. Kondisi di lapangan cukup menyulitkan karena cuaca ekstrem dan ombak laut yang tinggi.
Ketiga nelayan tersebut diketahui berasal dari Desa Halat, Kecamatan Aluh-Aluh, Kalsel, yakni Rusdian, Rafi Ahmad, dan Muhammad Rifai.
Hingga berita ini diturunkan, ketiganya masih dalam pencarian tim gabungan bersama Basarnas, BPBD, dan nelayan setempat. (RETHA/j)









