BORNEONEWS, Sampit - Anggota DPR RI Iwan Kurniawan mengatakan Fraksi Gerindra telah mendengar keluhan serta tuntutan masyarakat terutama terkait tunjangan anggota dewan yang menjadi aspirasi rakyat. Pihaknya sepakat tunjangan rumah DPR RI dihentikan dan ditinjau ulang.
"Kita anggap itu ada benarnya juga untuk kita mengoreksi diri, salah satunya tentang tunjangan-tunjangan di DPR RI yang kita setuju untuk kita hapus pada beberapa tunjangan seperti tunjangan perumahan sudah disepakati untuk dihapuskan," kata Iwan Kurniawan, Minggu, 31 Agustus 2025.
Hal itu disampaikannya saat kegiatan penguatan kelembagaan pengawas pemilihan umum bersama mitra kerja Bawaslu Kotawaringin Timur (Kotim) di Aquarius Boutique Hotel Sampit.
Di tengah situasi saat ini, ia berharap semuanya menahan diri. Lanjutnya, Fraksi Gerindra telah melakukan zoom meeting kemarin malam.
Dalam rapat virtual tersebut sudah diarahkan oleh pimpinan bahwa Fraksi Gerindra akan menyetujui beberapa poin yang disampaikan oleh para demonstran.
"Mudah-mudahan itu bisa memberikan satu bukti bahwa anggota DPR mendengar apa yang dikeluhkan oleh masyarakat kita dan sekali lagi kita akan mendukung bagaimana DPR ini juga bisa hadir di masyarakat sesuai dengan fungsinya," imbuhnya.
Ia berharap Fraksi Gerindra hadir dalam penguatan kelembagaan 5 tahun periode anggota DPR RI bisa memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Terkait poin-poin tunjangan lainnya, dirinya menegaskan akan dibahas di Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Jakarta.
"Yang jelas kita menyetujui adanya pengurangan dan mungkin juga ada penghapusan. Saya dengar dari Wakil Ketua DPR, akan dihapuskan mulai Oktober ini. Intinya kami sepakat untuk dievaluasi," tuturnya.
Terkait aksi penjarahan yang dilakukan masa ia memahami demonstrasi dari mahasiswa tidak ada niatan melakukan hal itu. Ia menduga ada boncengan-boncengan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
"Kita semua harus mawas diri jangan sampai Keinginan kita untuk memberikan masukan kritikan ke DPRD tetapi di bonceng oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sekali lagi mudah-mudahan semua bisa tenang dan bisa menjaga diri masing-masing. Bahwasanya kalau ini terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kita semua rugi. Terutama ekonomi kita yang sebenarnya sedang ingin diperbaiki Pak Prabowo, Presiden kita belum genap 1 tahun menjabat, kurang lebih ada sepuluh bulan, beliau sangat bekerja keras untuk membenahi perekonomian kita," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)









