BORNEONEWS, Sampit – Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Rimbun mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten dalam merespons keluhan warga terkait drainase yang tertutup di Jalan Tjilik Riwut, tepatnya di perempatan lampu merah depan Hotel Wella.
“Sebagai pimpinan DPRD, saya memberikan apresiasi atas respon cepat pemerintah daerah yang segera membongkar drainase tertutup tersebut. Ini bukti bahwa ada perhatian terhadap keluhan masyarakat,” ujar Rimbun, Minggu, 31 Agustus 2025.
Masalah drainase ini mencuat setelah warga dan pengguna jalan mengeluhkan genangan air berbau tak sedap di lokasi tersebut.
Kondisi semakin parah karena air bekas pencucian mobil mengalir ke jalan, sementara saluran air tertutup oleh timbunan semen milik usaha pencucian mobil di sekitar area tersebut.
Bupati Kotim, Halikinnor, bahkan sempat dibuat kaget saat melintas di jalur tersebut. Ia mendapati genangan air mencapai tengah jalan meski tidak turun hujan.
Melihat kondisi itu, bupati langsung memerintahkan Dinas SDABMBKPRKP bersama pihak Kecamatan Baamang untuk segera membuka kembali saluran yang tertutup.
Pada Jumat, 29 Agustus 2025, sebuah ekskavator kecil dikerahkan untuk membongkar material semen dan tanah yang menutup saluran drainase. Camat Baamang, Sufiansyah, bersama jajaran Dinas SDABMBKPRKP turun langsung memantau jalannya pembongkaran.
“Pembongkaran drainase ini atas instruksi langsung Bupati. Sebelum dibuka, air selalu tergenang dan menimbulkan bau tak sedap. Setelah saluran dibersihkan, aliran air kembali normal dan tidak lagi meluber ke jalan,” ujar Sufiansyah.
Langkah ini diharapkan menjadi solusi awal agar permasalahan drainase yang kerap dikeluhkan warga dapat teratasi. Selain itu, pemerintah juga mengingatkan pemilik usaha agar tidak menutup saluran air demi kepentingan pribadi karena dapat mengganggu kepentingan umum. (DEWI PATMALASARI/R)









