BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Angin puting beliung menerjang perairan Desa Muara Dadahup, Kecamatan Kapuas Murung, Kabupaten Kapuas, Minggu sore, 31 Agustus 2025.
Peristiwa ini membuat warga panik dan menyebabkan setidaknya 20 rumah mengalami kerusakan, dengan dua di antaranya rusak parah.
Menurut analisa Prakirawan BMKG Palangka Raya, Muhamad Ihsan Sidiq, terbentuknya angin puting beliung ini dipicu oleh adanya awan konvektif yang signifikan.
Berdasarkan pantauan citra satelit pada sore hari, suhu puncak awan di wilayah Kapuas bagian selatan mencapai minus 100 derajat Celsius.
"Suhu yang sangat rendah ini menandakan bahwa puncak awan sudah sangat tinggi, sehingga berpotensi menimbulkan angin kencang," tuturnya.
Diketahui telah terjadi perubahan cuaca ekstrem sebelum puting beliung terjadi. Dimana pada siang hari, udara terasa sangat panas. Namun, menjelang sore, cuaca tiba-tiba mendung, diikuti angin kencang yang sangat drastis.
Fenomena ini sejalan dengan hasil pantauan BMKG yang menunjukkan adanya awan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang membentuk pola garis lurus. "Pola awan seperti ini sering kali memicu terjadinya angin kencang," tambah Ihsan.
Sementara itu, informasi terkini pasca insiden angin puting beliung di Muara Dadahup, Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas diinformasikan segera menuju lokasi kejadian setelah mendapatkan laporan.
"Sekitar pukul 19.03 WIB, tim Regu 1 BPBD Kapuas bergerak menuju TKP yang berlokasi di RT 04 Desa Muara Dadahup. Laporan telah disampaikan ke Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) PB BPBD Kabupaten Kapuas dan diteruskan ke rekanan piket," ucap salah satu koordinator relawan menginformasikan.
Hingga berita ini ditulis, data valid mengenai jumlah korban jiwa dan kerugian masih menunggu informasi dari warga setempat. Namun laporan awal dari tim di lapangan menyebutkan bahwa 20 unit rumah terdampak, di mana dua di antaranya mengalami kerusakan parah. (SABRIANOOR/R)









