SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Sebanyak 271 santri Taman Kanak-Kanak Alquran (TKA) dan Taman Pendidikan Alquran (TPA) se-Kabupaten Kotawaringin Timur mengikuti wisuda XXII DPD BKPRMI Kotim yang digelar di Aula Islamic Center Sampit, Minggu, 31 Agustus 2025.

“Saya atas nama pribadi dan pemerintah Kotim memberikan selamat kepada para santri yang diwisuda hari ini. Kalian adalah generasi Qur’ani, penerus Islam, dan harapan bangsa. Wisuda ini merupakan langkah awal untuk terus berpegang teguh pada nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari,” kata Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kotim, Masri.

Masri juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua, ustaz-ustazah, serta pengurus DPD BKPRMI Kotim yang telah mendukung kegiatan ini. Ia berharap momentum ini menjadi penguat semangat dalam membumikan Alquran.

“Semoga Allah SWT membalas segala jerih payah dengan pahala yang berlipat. Mari jadikan wisuda ini sebagai penguat untuk mencetak generasi berilmu dan berakhlak mulia,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPD BKPRMI Kotim Jusman menegaskan wisuda santri adalah wujud nyata komitmen dalam memberantas buta huruf Alquran.

“Wisuda bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan mencintai Alquran. Kita ingin membangun generasi kuat iman, cerdas pikiran, dan mulia akhlak,” ujarnya.

Jusman mengatakan hingga kini terdapat 202 unit TPA terdaftar di Kotim, menandakan semakin meningkatnya komitmen dalam melahirkan generasi Qur’ani.

“Semakin banyak TPA, semakin banyak anak-anak yang akan tumbuh menjadi insan Qur’ani yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

Ketua Panitia Wisuda, Oldy Mentari, menambahkan bahwa seluruh peserta wisuda telah melalui tahapan munaqasah di empat wilayah, yakni Utara (Pundu), Kota Besi (Langgar Al Dzikri), Selatan (Jaya Karet Khozinatul Ilmi), dan Tengah (Baamang dan Ketapang).

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar berkat dukungan semua pihak. Terima kasih kami sampaikan kepada Pemkab Kotim melalui Bagian Kesra Setda yang sudah menyalurkan hibah, juga kepada para ustaz-ustazah, wali santri, serta seluruh panitia,” ucapnya.

Acara yang mengusung tema menyiapkan generasi Qurani sejak dini untuk menyongsong masa depan yang gemilang tersebut berlangsung khidmat dan penuh haru.

Para orang tua tampak bangga menyaksikan anak-anak mereka meraih pencapaian penting dalam pendidikan Alquran.

Momentum ini menjadi pengingat pentingnya sinergi keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam menanamkan nilai-nilai Alquran di tengah derasnya arus perkembangan zaman. (DEWI PATMALASARI/R)