SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Jelang aksi demonstrasi Aliansi Kesatuan Rakyat Sipil Kotawaringin Timur, suasana kantor DPRD Kotim hingga pukul 08 18 WIB masih lengang.

Jalan Jenderal Sudirman masih tampak aktivitas lalu lintas. Sejumlah anggota Satpol PP dan petugas Damkar berjaga di halaman Kantor DPRD Kotim. Sementara polisi tampak berjaga di Bundaran Polres. 

Adapun berdasarkan informasi yang tersebar di media sosial, seruan aksi solidaritas tersebut mengundang seluruh pengendara ojol, mahasiswa, rakyat dan seluruh elemen se-Kotim yang merasa resah dengan peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini. Massa berkumpul pukul 07.00 WIB, dengan titik kumpul di sekretariat HMI Sampit,  Jalan A Yani.

Sementara itu, pada Minggu, 31 Agustus 2025, Ketua DPRD Kotim Rimbun, kenyatakan siap menerima aspirasi masyarakat dan mahasiswa yang disampaikan dengan damai. Semua pihak harus tetap berkomitmen menjaga situasi daerah agar tetap kondusif. Sehingga, kejadian-kejadian seperti yang ada di daerah lain yang mungkin melanggar aturan dan juga tidak diinginkan harus dihindari. 

Kemarin dirinya juga meminta seluruh Anggota DPRD Kotim untuk hadir menerima aspirasi masyarakat dan mahasiswa. Begitu pula seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

DPRD Kotim akan melihat situasi dan kondisi berlangsungnya aksi massa tersebut. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres Kotim selaku yang berwenang dalam pengamanan. Jika situasi memungkinkan, perwakilan aksi demonstrasi akan diundang masuk ke ruang DPRD. 

"Kita akan berkoordinasi Jika diijinkan dan situasi kondisi memungkinkan kita undang masuk ke ruangan DPRD. Sehingga aspirasi yang disampaikan secara damai bisa didengarkan semua Forkopimda Kotim," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan, semua pihak sebagai warga Indonesia yang baik memiliki tanggung jawab menjaga kondusif daerah.

"Imbauan saya, ayo bersama-sama bagaimana saling memberikan masukan, saran, pendapat baik untuk kami dan pemerintah daerah juga pihak instansi vertikal. Kalau ada kekurangan-kekurangan yang kami lakukan, kami minta masukkan dan pendapat dari masyarakat," tuturnya.

"Yang pasti kita sama-sama komitmen untuk menjaga daerah kita karena apapun dalilnya kalau sudah merusak aset atau merugikan daerah ujung-ujungnya perlu anggaran untuk memperbaiki itu. Padahal kita perlu anggaran untuk mengakomodir aspirasi masyarakat baik infrastruktur atau kegiatan program lain yang sangat dirindukan masyarakat ini kita upayakan," pungkasnya.

Adanya aksi demo yang dijadwalkan berlangsung hari ini sejumlah instansi seperti Pemkab Kotim dan sekolah yang ada di jalur A Yani atau tempat para pendemo akan melalui rutenya mengimbau kepada pegawai atau pelajar untuk mengubah rute perjalanan mereka lewat jalur yang lebih aman. (DEWI PATMALASARI/j)